sbmi

Memperjuangkan Keadilan Bagi Buruh Migran dan Anggota Keluarganya

PURNA DAN KELUARGA BURUH MIGRAN DI DESA PENANGGAL, LUMAJANG MEMBENTUK DPD SBMI

2 min read

Purna dan keluarga Buruh Migran Indonesia (BMI) di Desa Penanggal, Kecamatan Candipuro, Kabupaten Lumajang sepakat membentuk Dewan Pimpinan Desa Serikat Buruh Migran Indonesia (DPD SBMI).

Proses pembentukan DPD SBMI Desa Penanggal dilakuakan melalui Musyawarah Desa pada hari Kamis tanggal 13 Januari 2022 di rumah salah satu keluarga BMI di Desa Penanggal.

Musdes pembentukan DPD SBMI Penanggal dihadiri oleh 10 orang warga Desa Penanggal yang terdiri dari purna dan keluarga BMI, serta dihadiri oleh Wakil Ketua DPC SBMI Lumajang, Madiono.

Adapun susunan pengurus DPD SBMI Penanggal hasil Musdes terdiri dari, Supriyono S (mantan BMI Malaysia) sebagai Ketua, Imam Basori sebagai Sekretaris dan Ken Hadi Supangat Aram sebagai Bendahara.

Supriyono adalah seorang tokoh masyarakat di Desa Penanggal. Sebelumnya, Supriyono sering melihat kegiatan SBMI Lumajang dalam mendampingi kasus  BMI yang terkendala di negara penempatan, seperti sakit dan meninggal dunia, yang kendalanya adalah proses untuk pulang dan biaya pemulangan bagi PMI unprosedural.

Suatu saat, Supriyono bertemu dengan Wakil Ketua DPC SBMI Lumajang, Madiono pada salah satu acara Posbakum dan Supriyono bertanya apa itu SBMI. Madiono kemudian menjelaskan secara singkat bahwa SBMI adalah Serikat Buruh Migran Indonesia yang dibentuk oleh para mantan BMI yang bertujuan memperjuangkan hak-hak dan keadilan serta kesejahteraan Buruh Migran Indonesia (PMI) beserta keluarganya dan juga mantan BMI. SBMI juga melakukan edukasi bagaimana bermigrasi (bekerja ke luar negeri) secara aman.

Setelah mengetahui apa itu SBMI, akhirnya Supriyono berkeinginan bergabung. Madiono menyarankan membentuk DPD SBMI yaitu Dewan Pimpinan Desa Serikat Buruh Migran Indonesia di Desa Penanggal karena desa merupakan ujung tombak permasalahan yaitu ketidak tahuan warga tentang cara bermigrasi yang aman. Supriyono setuju dan bersedia mengumpulkan 10 orang warga Desa Penanggal yang terdiri dari mantan dan keluarga buruh migran. Supriyono sendiri merupakan seorang purna BMI yang pernah bekerja di Malaysia.

Wakil Ketua DPC SBMI Lumajang, Madiono berharap DPD SBMI Desa Penanggal yang baru terbentuk dapat segera  melakukan sosialisasi kepada warga Desa Penanggal, khususnya bagi yang mau bekerja ke luar negeri agar menempuh jalan yang prosedural.

“Selain itu, mereka juga harus memberikan sosialisasi kepada sponsor/agen untuk mengirimkan BMI secara prosedural agar hak dan keadilan terpenuhi. Karena pemerintah sendiri belum sampai ke desa-desa dalam memberikan sosialisasi tentang bermigrasi/bekerja keluar negeri secara aman sesuai prosedur,” jelas Madiono.

Hits: 1

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *