sbmi

Memperjuangkan Keadilan Bagi Buruh Migran dan Anggota Keluarganya

Gelar Sosialisasi Bahaya TPPO: Upaya Masyarakat Tanggap Terhadap Ancaman Kekerasan dalam Rumah Tangga

2 min read

Lombok Timur, 30 Mei 2024-Serikat Buruh Migran Indonesia (SBMI) Lombok Timur menggelar sosialisasi tentang bahaya Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) sekaligus menggelar pelantikan pada pengurus SBMI di tingkat Kecamatan Lombok Timur tepatnya diselenggarakan di Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP) Lombok Timur, pada Kamis (30/05/2024). Sosialisasi ini bertajuk “Menemukan Keadilan Bagi Korban Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO)”. 

Tujuan diselenggarakannya sosialisasi ini adalah untuk membantu pemerintah dalam mengurangi kasus perdagangan orang. Usman, Ketua DPW SBMI NTB mengatakan banyak masyarakat yang masih awam terhadap pemahaman terkait migrasi aman dan tindak pidana perdagangan orang. “Saat ini masih banyak oknum-oknum masuk ke desa untuk merekrut masyarakat tanpa sepengetahuan pemerintah desa, oknum ini datang merekrut dengan menjanjikan gaji yang besar, memberikan uang saku, proses cepat diberangkatkan. Namun karena kurangnya sosialisasi, banyak masyarakat kita di NTB terjebak dan sudah melakukan proses yang tidak benar dan berangkat secara unprosedural.” terang Usman

Berhadir pula dalam kegiatan ini,  Kepala Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) NTB, Kepala Imigrasi Wilayah NTB, Kepala Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD), dan Kepala Dinas Pendidikan. Tak lupa, hadir juga perwakilan dari Kepala Cabang BP3MI, serta seorang Pengacara/Advokat yang berpengalaman dalam hal perlindungan hak-hak migran.

Usman juga menyebutkan bahwa SBMI Lombok Timur, telah mendampingi ratusan korban kasus TPPO dengan negara tujuan Singapore dan Polandia sejak tahun 2021 hingga 2024.

“Ada yang kami dampingi secara perorangan, kita minta untuk dipulangkan kepada oknum yang telah mengirimnya ke Singapore. Selain itu kita dampingi puluhan korban tujuan Polandia. Rata-rata korban TPPO ini awalnya diiming-imingi gaji besar dan proses yang cepat. Misalnya, ada P3MI berada di luar NTB dan tidak memiliki cabang di NTB, namun masyarakat pergi kesana dan ditipu serta telah jauh dari daerah asal. Hal ini mendorong kami melakukan upaya yang telah kami lakukan adalah bekerjasama dengan perwakilan P3MI yang ada di wilayah NTB.” lanjutnya

Pada kegiatan sosialisasi ini dilanjutkan pula dengan acara pelantikan pengurus Kelurahan SBMI yang ada di Lombok Timur. “Kami sudah bentuk pengurus SBMI di tingkat Kecamatan hingga Desa, nanti pengurus yang sudah kita kukuhkan bisa berkolaborasi dengan pemerintah desa untuk terus bisa menyebarkan bahaya perdagangan orang. Diharapkannya, pengurus SBMI di tingkat Kecamatan hingga Desa nantinya dapat bekerjasama dengan pemerintah setempat sebagai penyebar informasi tentang bahaya tindak pidana perdagangan orang.” tutupnya

Views: 33

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *