sbmi

Memperjuangkan Keadilan Bagi Buruh Migran dan Anggota Keluarganya

Mengenai Pentingnya Berserikat; SBMI Ajak Penyintas Berdiskusi

2 min read

Jakarta- Serikat Buruh Migran Indonesia (SBMI) laksanakan diskusi dengan para purna Pekerja Migran Indonesia/penyintas yang kasusnya masih didampingi oleh SBMI. Diskusi ini diinisiasi oleh Departemen Pengorganisasian SBMI dengan mengangkat tema diskusi; tentang pentingnya berserikat bagi para/purna pekerja migran pada Jumat, (03/05/2024) di Sekretariat Dewan Pimpinan Nasional SBMI, Jakarta.

Diskusi ini, bagi Fitri Wahyuni, Koordinator Departemen Pengorganisasian SBMI, dilaksanakan dengan pemahaman bahwa kekuatan sejati dari gerakan buruh migran terletak pada penyintas, “Dengan mengajak para penyintas untuk berdiskusi, ini menjadi salah satu praktik pengorganisasian yang selalu dilakukan SBMI guna mencapai tujuan untuk memperkuat solidaritas, membangun kesadaran, dan mengambil langkah-langkah konkret menuju perubahan yang lebih baik.” tuturnya

Diskusi ini dihadiri oleh para penyintas dari negara penempatan Singapore dan Malaysia. Yunita Rohani, Koordinator Departemen Advokasi pada saat membuka diskusi, menyampaikan bahwa penguatan untuk para penyintas terkait pentingnya berorganisasi dan berserikat menjadi satu hal penting.

“Penyintas dari berbagai bentuk eksploitasi dan pelecehan memiliki pengalaman yang tak ternilai. Kita sebagai penyintas adalah saksi langsung dari sistem yang perlu diperbaiki dan kebijakan yang harus direformasi. Dengan mengajak teman-teman untuk berbicara dan berdiskusi, SBMI mengakui bahwa suara teman-teman adalah kunci untuk memperkuat gerakan ini.” jelas Yunita

Fitri dalam diskusi ini sebagai pemantik yang menjelaskan terkait apa itu serikat dan organisasi, pentingnya berserikat, kekuatan solidaritas serikat sampai dengan menjelaskan terkait anggaran dasar dan anggaran rumah tangga SBMI sebagai landasan berserikat di SBMI. 

“Banyak hal yang sebelumnya saya tidak ketahui, namun setelah diskusi malam ini saya jadi mengetahui landasan dan manfaat jika kita berserikat atau berorganisasi.” ungkap S, salah satu penyintas dan peserta diskusi

Menurut SBMI, diskusi dengan penyintas tidak hanya memberikan platform untuk berbagi pengalaman pribadi, tetapi juga untuk meningkatkan kesadaran akan hak-hak pekerja migran. Melalui pertukaran informasi dan cerita, diharapkan para penyintas akan lebih memahami tantangan yang dihadapi oleh pekerja migran dan mendukung upaya untuk meningkatkan pelindungan di sektor ini dengan cara berserikat dan berorganisasi untuk gerakan yang lebih kolektif.

Visits: 20

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *