sbmi

Memperjuangkan Keadilan Bagi Buruh Migran dan Anggota Keluarganya

Hilang Kontak dan Alami Depresi, Pekerja Migran Asal Situbondo Berhasil Diidentifikasi

2 min read
Gambar: SBMI Migrant Day 2023

Situbondo, 4 Juni 2024- Dewan Pimpinan Cabang Serikat Buruh Migran Indonesia (DPC SBMI) Bondowoso menghubungkan informasi ke keluarga Pekerja Migran Indonesia yang hilang kontak di Negara Penempatan Malaysia. Sebuah kisah haru mengenai perjalanan seorang Pekerja Migran Indonesia (PMI), Hamsin Supardi, mencuat ke permukaan. Hamsin, yang berasal dari Kabupaten Situbondo, Jawa Timur, dan telah merantau di Malaysia, dilaporkan hilang kontak dan mengalami depresi yang mengkhawatirkan keluarganya di tanah air.

Hal ini menjadi sorotan ketika Hamsin, yang telah merantau jauh dari kampung halamannya, kehilangan kontak dengan keluarganya. Menurut informasi yang diperoleh dari surat kepolisian Malaysia, alat komunikasi Hamsin tidak ditemukan. Namun, berkat informasi dari paspornya yang berhasil diidentifikasi, Hamsin akhirnya terhubung kembali dengan keluarganya.

Imam Fauzi, Koordinator Advokasi DPC SBMI Bondowoso, mengungkapkan, “PMI tersebut masih belum tahu penyebab sakitnya kemudian kehilangan kontak keluarga.” Hal ini menunjukkan betapa sulitnya situasi yang dihadapi oleh pekerja migran, terutama dalam hal menjaga kesehatan mental mereka di tengah tantangan hidup di luar negeri.

DPC SBMI Bondowoso, meskipun belum memiliki cabang di Situbondo, tidak tinggal diam. SBMI bekerja sama dengan komunitas dan relawan setempat untuk mencari informasi dan membantu Hamsin. “Berhubung SBMI belum ada cabang di Situbondo, akhirnya kami bekerjasama untuk membagikan informasi kepada Komunitas Relawan Rescue Bondowoso dan Komunitas Relawan LPH Situbondo untuk dapat dibantu penelusuran,” ungkap Imam.

Ketua DPW SBMI Jawa Timur, Yuli, juga turut terlibat dalam penanganan kasus ini. Laporan tentang kondisi Hamsin disampaikannya langsung kepada Dinas Tenaga Kerja Situbondo agar mendapat penanganan yang tepat. “Sudah saya sampaikan kepada perwakilan Disnaker Situbondo dan Dinas Tenaga Kerja Provinsi Jawa Timur untuk dapat dibantu penanganan, dan kami siap untuk menjemput dan mendampingi di bandara ketika sampai di bandara nanti,” kata Yuli.

Kisah Hamsin, bagi Yuli juga mengingatkan kita akan tantangan yang dihadapi oleh para pekerja migran Indonesia. “Daerah ini merupakan lumbung pekerja migran terbesar di Indonesia. Terlebih lagi, daerah-daerah seperti Jember, Bondowoso, Situbondo, dan Banyuwangi menjadi sumber banyak pekerja migran yang bekerja di Malaysia. Namun, tidak jarang mereka menghadapi berbagai masalah, termasuk masalah kesehatan dan bahkan perdagangan orang.” tambahnya

Yuli berharap agar keluarga para pekerja migran tidak ragu untuk melaporkan masalah yang mereka hadapi. SBMI siap untuk mendampingi mereka dalam menghadapi berbagai permasalahan. Selain itu, dia juga menekankan pentingnya menjalani prosedur yang benar dalam mencari pekerjaan di luar negeri, dan untuk tidak terjerat oleh oknum yang tidak bertanggung jawab.

Views: 58

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *