sbmi

Memperjuangkan Keadilan Bagi Buruh Migran dan Anggota Keluarganya

DIBERANGKATKAN MENGGUNAKAN VISA TURIS KE IRAK; BMI ASAL INDRAMAYU TAK DAPAT FASILITAS KESEHATAN SELAMA BEKERJA

2 min read

Indramayu, 2 Juni 2024- Dewan Pengurus Cabang Serikat Buruh Migran Indonesia (DPC SBMI) Indramayu bersama anggota DPR RI yang juga selaku menjabat pada Ketua DPD PDIP Provinsi Jawa Barat mengunjungi keluarga korban Penempatan Buruh Migran Indonesia (BMI) yang diberangkatkan ke Negara Erbil-Irak. Kunjungan ini membuka tabir tragedi yang masih marak terjadi menimpa Buruh Migran Indonesia, dimana korban diberangkatkan tanpa pelatihan, pemeriksaan kesehatan, dan berakhir dengan kisah kepahitan yang tak terbayangkan.

“PMI yang merupakan warga Karangampel, Kecamatan Karangampel, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, mengungkapkan bahwa telah diberangkatkan ke Irak dengan menggunakan visa turis. Tanpa pelatihan yang memadai, tanpa pemeriksaan kesehatan yang layak, mereka dijanjikan pekerjaan yang cerah di luar negeri, dan realitas yang dihadapi para buruh migran tak sesuai dengan apa yang dijanjikan.” pungkas Jaenuri, Ketua DPC SBMI Indramayu

Begitu tiba di Irak, BMI bekerja di majikan pertama dan mengalami kecelakaan yang mengakibatkan tulang lutut retak. Ironisnya, bukannya mendapatkan perawatan medis yang layak, BMI justru dikembalikan ke agensi, dan setelah dikembalikan ke agensi, BMI dipaksa untuk bekerja kembali di majikan kedua.

“Dari pengakuan BMI, dalam rentang waktu enam bulan BMI sudah berganti majikan sebanyak enam kali. Ini menunjukkan betapa tidak stabilnya kondisi kerja dan betapa buruknya perlindungan yang didapatkan di luar negeri pun BMI terus dipindahkan dari satu majikan ke majikan lainnya tanpa memperoleh perlindungan yang memadai dari agensi atau pemerintah.” lanjut Jaenuri

Saat ini, PMI tersebut berada di agensi di Erbil, Irak. Ketika keluarga melaporkan permasalahan ini kepada pihak berwajib di Indramayu, BMI mendapat intervensi dari agensi. Ini menunjukkan betapa kuatnya pengaruh agensi terhadap nasib para BMI, bahkan ketika para BMI mendapatkan perlakuan tidak manusiawi.

Kisah ini menjadi cerminan dari masalah serius yang dihadapi oleh para buruh migran Indonesia. DPC SBMI Indramayu telah membawa sorotan pada kasus ini. Namun, kasus ini juga membutuhkan respons yang lebih luas dari pemerintah dan masyarakat untuk memastikan perlindungan yang lebih baik bagi para buruh migran Indonesia di masa depan.

Views: 37

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *