SBMI NTB AKAN MENGADAKAN SEMINAR PENDATAAN BURUH MIGRAN DARI DESA

Besok tanggal 3 Oktober Serikat Buruh Migran Indonesia provinsi Nusa Tenggara Barat akan menyelenggarakan workshop pendataan buruh migran dari tingkat desa. Kegiatan ini akan dilaksanakan di Lombok Timur bekerja sama dengan solidarity Center Jakarta.

Menurut Usman pendataan buruh migran dari tingkatan pemerinrah desa sangat penting untuk mengetahui data buruh migran secara faktual. 

“Jika semua pemerintah desa sudah mendata buruh migrannya, maka secara nasional data buruh migran itu akurat, tidak akan ada lagi perbedaan data di antara instansi pemerintah seperti yang terjadi hingga saat ini,” jelas ketua SBMI Nusa Tenggara Barat.

Dengan memiliki data buruh migran, lanjut Usman, pemerintah desa juga tidak akan kesulitan di dalam melindungi ketika ada persoalan di luar negeri. 

Terlebih lagi jika didukung dengan teknologi sistem informasi ketenagakerjaan yang bisa di-update dari tingkatan desa. 

Jadi ketika ada persoalan, aktivis buruh migran dari tingkatan desa atau dari pemerintah desa itu sendiri itu bisa meminta pertanggungjawaban kepada perekrut lapangan ataupun perusahaan penyalur yang telah menempatkannya ke luar negeri.

Dengan pendataan dari desa pemerintah desa juga memiliki data siapa saja yang melakukan perekrutan. 

“Misalnya nama sponsor, alamat sponsor, nomor HP sponsor dan fotocopy KTP sponsor, termasuk SK dan surat tugas dari perusahaan tempat dia bekerja,” ujar Usman.

Usman berharap kegiatan ini ini mendukung pemerintah desa di dalam memberikan perlindungan terhadap warganya karena dengan sistem ini akan mengurangi penipuan bermodus penempatan buruh migran ke luar negeri.

Tinggalkan Komentar Anda