Serikat Buruh Migran Indonesia

Memperjuangkan Keadilan Bagi Buruh Migran dan Anggota Keluarganya

SBMI Beri Tanggapan Pada Kuliah Pakar di Unhan

2 min read
sbmi beri tanggapan pada kuliah pakar di unhan 16/07/2024

Kamis, 20 Juni 2024- Serikat Buruh Migran Indonesia (SBMI) berpartisipasi dalam acara Kuliah Pakar dengan tema “Ancaman Kedaulatan Maritim Nasional: Perlindungan Keamanan Bagi Pekerja Migran Indonesia dari Sindikat Kejahatan Internasional Dalam Rangka Menjaga Keamanan Nasional” yang diselenggarakan oleh Program Studi Keamanan Maritim Fakultas Keamanan Nasional Universitas Pertahanan RI. Acara ini diselenggarakan untuk menggali lebih dalam tentang perlindungan terhadap pekerja migran Indonesia di tengah tantangan kejahatan transnasional yang semakin kompleks.

sbmi beri tanggapan pada kuliah pakar di unhan 16/07/2024

Kuliah pakar ini menggaris besarkan diskusi mengenai ancaman dari sindikat kejahatan internasional terjadi dengan memanfaatkan pekerja migran yang berangkat secara unprosedural yang berangkat tanpa pendataan dari pemerintah. Akibat tidak terdata oleh pemerintah, pekerja migran tidak dapat diidentifikasi dan berakhir dengan terlibat dalam kejahatan internasional dengan menjadi proxy dari sindikat kriminal transnasional. Pekerja migran ilegal digunakan dalam sindikat kejahatan internasional karena dapat dimanfaatkan untuk meretas batas-batas keamanan nasional. Indonesia dengan posisi strategis sebagai negara kepulauan yang terletak di persimpangan jalur perdagangan dan migrasi internasional, menjadi sasaran aktivitas kejahatan internasional. 

Pada kesempatan ini, SBMI yang diwakili oleh Dios Lumban Gaol, Koordinator Departemen Kemaritiman SBMI menjadi penanggap dan menyampaikan pandangannya mengenai pelindungan yang diperlukan bagi pekerja migran Indonesia yang memang tergolong dalam kelompok rentan. Ia menyampaikan bahwa SBMI memandang tentang keamanan nasional tidak hanya berkaitan dengan kedaulatan fisik suatu negara di laut, tetapi juga perlindungan terhadap warga negara yang bekerja di luar negeri.

“Kita ambil contoh seperti pekerja migran yang terjerat dalam jaringan terorisme atau jaringan narkotika, pekerja migran Indonesia yang terjerat disini sering kali dimanfaatkan kerentanan dan keadaannya yang rentan oleh pelaku, namun ketika pulang korban juga turut dihukum.” tutur Dios

Dalam kesempatan ini, Dios juga menyampaikan bahwa kasus perdagangan orang yang menjerat para Awak Kapal Perikanan Migran Indonesia harus menjadi perhatian serius Keamanan Maritim. “SBMI sering sekali mendapat pengaduan dari pekerja migran di sektor laut. Para awak kapal perikanan sering kali terjerat dalam kejahatan penangkapan ikan ilegal, namun dibalik itu juga tidak bisa kita pungkiri bahwa awak kapal juga menjadi korban perdagangan orang, yang selama masa bekerja mereka tidak digaji dan terjerat kerja paksa. Untuk hal ini, kita perlu atensi dari Keamanan Kemaritiman yang notabene-nya adalah garda terdepan.” jelasnya

sbmi beri tanggapan pada kuliah pakar di unhan 16/07/2024

Views: 30

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *