sbmi

Memperjuangkan Keadilan Bagi Buruh Migran dan Anggota Keluarganya

SBMI LUMAJANG DAMPINGI PEMULANGAN BMI SAKIT DARI MALAYSIA

1 min read

SBMI Lumajang mendampingi proses pemulangan BMI sakit asal Desa Sawaran Kulon, Kecamatan Kedungjajang yang sempat dirawat di Hospital Pulau Pinang, Malaysia karena menderita diabetes hingga kaki sebelah  kanannya harus diamputasi.

BMI bernama Samaton (46) tersebut telah dipulangkan ke Tanah Air pada 23 Desember 2020 dan sesampainya di Bandara Juanda, Surabaya dijemput oleh Kepala Desa Sawaran Kulon bersama stafnya menggunakan ambulans desa.

Menurut keterangan Wakil Ketua DPC SBMI Lumajang, Madiono, pada tanggal 30 November 2020 pihaknya menerima pengaduan bahwa ada seorang BMI asal Desa Sawaran Kulon sedang sakit dan dirawat di Hospital Pulau Penang, Malaysia karena menderita diabetes.  

SBMI Lumajang kemudian berkoordinasi dengan salah satu pengurus Permai Utara Malaysia (PUM) yang menangani Samaton di Penang, Malaysia.

Ketika pengurus PUM mengantar Samaton ke KJRI Penang untuk diurus pemulangannya ke Indonesia, pihak KJRI menghubungi SBMI Lumajang untuk meminta surat keterangan domisili ke pihak Desa Sawaran Kulon karena Samaton tidak mempunyai KTP.

“Ahamdulillah Pak Samaton telah berhasil dipulangkan dan dibebaskan dari biaya rumah sakit selama dirawat tiga bulan lebih meski dalam kondisi kaki kanannya diamputasi. Terima kasih kepada teman-teman PUM di Penang dan pihak Desa Sawaran Kulon,” kata Madiono.  

Berdasarkan catatan SBMI Lumajang, BMI di Malaysia, khususnya yang berasal dari Kabupaten Lumajang banyak yang tidak mempunyai KTP dan kadang nomer NIK-nya tidak terdaftar di desa karena tidak pernah pulang selama bertahun-tahun.

“Kami berharap semua BMI di Malaysia ikut berserikat atau bergabung dengan salah organisasi di sana agar kalau ada permasalahan dapat ditangani bersama dan kami yang di Indonesia juga bisa ikut membantu,” pungkas Madiono.

Tinggalkan Komentar Anda