DISKUSI KOMUNITAS PEMBERDAYAAN EKONOMI BERBASIS KOPERASI DI SEKRETARIAT DPC SBMI MALANG

Serikat Buruh Migran Indonesia (SBMI) menggelar Diskusi Komunitas pengembangan dan peningkatan kapasitas keorganisasian melalui pemberdayaan ekonomi berbasis koperasi di Malang, Kamis (12/11/2020).

Kegiatan ini diselenggarakan SBMI dengan didukung oleh Yayasan TIFA dalam  program bertajuk ”Pengembangan dan Peningkatan Kapasitas Keorganisaisan Serikat Buruh Migran Indonesia (SBMI) dari Desa melalui Penanganan Kasus dan Pemberdayaan Ekonomi”

Diskusi Komunitas yang digelar di sekretariat DPC SBMI Kabupaten Malang Jl. Raya Blimbing Indah Blok C2 No 10, Araya, Malang ini dihadiri oleh salah satu anggota Dewan Pertimbangan SBMI, Dina Nuriyati dan Ketua Umum SBMI, Hariyanto Suwarno beserta empat pengurus Dewan Pimpinan Nasional (DPN) SBMI lainnya. Diskusi dibuka oleh Wakil Ketua DPC SBMI Malang, Nani Wilujeng.   

Peserta Diskusi Komunitas ini terdiri dari anggota dan pengurus Dewan Pimpinan Desa (DPD) SBMI dari 6 desa, yaitu Desa Brongkal, Kecamatan Pagelaran, Desa Plandi, Kecamatan Wonosari, Desa Plaosan, Kecamatan Wonosari, Desa Banjarejo, Kecamatan Ngantang, Desa Purworejo, Kecamatan Ngantang, dan Desa Ngantru, Kecamatan Ngantang.

Dalam sambutannya, Wakil Ketua DPC SBMI Malang, Nani Wilujeng  mengucapkan terima kasih kepada DPN SBMI yang terus berusaha meningkatkan kapasitas keorganisasian SBMI dengan mengadakan Diskusi Komunitas di tingkat desa. 

“Terima kasih kepada Ketua Umum SBMI dan tim dari DPN SBMI yang hari ini telah tiba di Kabupaten Malang dalam serangkaian acara kunjungan ke daerah-daerah. Semoga kegiatan ini bermanfaat bagi pengembangan dan peningkatan kapasitas anggota dan pengurus SBMI di tingkat desa,” kata Nani.  

Dari Diskusi Komunitas ini telah berhasil terbentuk Koperasi SBMI di 6 desa, yaitu di Koperasi SBMI Desa Brongkal, Koperasi SBMI Desa Plandi, Koperasi SBMI Desa Plaosan, Koperasi SBMI Desa Banjarejo, Koperasi SBMI Desa Purworejo, dan Koperasi SBMI Desa Ngantru.  

Widya Setyoningsih, salah satu peserta diskusi dari DPD SBMI Ngantru mengatakan bahwa Diskusi Komunitas yang diadakan SBMI ini sangat bermanfaat karena para anggota dan pengurus SBMI di tingkat desa banyak mendapatkan ilmu, khususnya tentang tata cara mendirikan usaha berbasis koperasi.

“Dengan terbentuknya Koperasi SBMI, semoga usaha catering yang kami rintis dapat berkembang, sehingga bisa menyejahterakan para purna buruh migran di Desa Ngantru yang menjadi anggota koperasi,” kata Widya yang pernah menjadi BMI di Hong Kong selama 6 tahun.

Senada dengan Widya, peserta diskusi dari DPD SBMI Desa Plaosan, Dian Astiani juga menilai Diskusi Komunitas ini sangat bermanfaat.

“Dengan terbentuknya Koperasi SBMI, semoga dapat memberdayakan ekonomi para purna BMI di Desa Plaosan,” kata Dian.

Siti Khoridah, peserta diskusi dari DPD SBMI Desa Brongkal berharap, dengan terbentuknya Koperasi SBMI, usaha kerajinan tangan dari daur ulang barang bekas yang dirintis para purna buruh migran di Desa Brongkal dapat berkembang dan sukses.

“Diskusi Komunitas ini bisa menambah wawasan kami tentang cara membangun usaha berbasis koperasi. Semoga usaha kerajinan tangan yang kami rintis dapat memberdayakan ekonomi teman-teman purna buruh migran di Desa Brongkal sehingga tidak punya keinginan untuk berangkat ke luar negeri lagi,” kata Siti.

 

 

Tinggalkan Komentar Anda