SBMI GELAR DISKUSI KOMUNITAS PELATIHAN PENANGANAN KASUS DI MALANG

Serikat Buruh Migran Indonesia (SBMI) kembali menggelar Diskusi Komunitas pengembangan dan peningkatan kapasitas keorganisasian melalui pelatihan penanganan kasus, Kamis (12/11/2020).

Kali ini Diskusi Komunitas pelatihan penanganan kasus dilaksanakan di sekretariat DPC SBMI Kabupaten Malang Jl. Raya Blimbing Indah Blok C2 No 10, Araya, Malang dengan dipandu oleh Legal Aid SBMI, Eddy Purwanto, S.H.

Kegiatan ini diselenggarakan SBMI dengan didukung oleh Yayasan TIFA dalam program bertajuk ”Pengembangan dan Peningkatan Kapasitas Keorganisaisan Serikat Buruh Migran Indonesia (SBMI) dari Desa, melalui Penanganan Kasus dan Pemberdayaan Ekonomi

Peserta pelatihan penanganan kasus ini terdiri dari perwakilan Dewan Pimpinan Desa (DPD) SBMI dari 5 desa, yaitu Desa Plandi, Kecamatan Wonosari, Desa Plaosan, Kecamatan Wonosari, Desa Banjarejo, Kecamatan Ngantang, Desa Purworejo, Kecamatan Ngantang, dan Desa Ngantru, Kecamatan Ngantang.

Dalam Diskusi Komunitas ini, selaku Legal Aid SBMI, Eddy Purwanto memaparkan materi tentang tata cara penanganan kasus dan menjelaskan  instrumen hukum nasional terkait buruh migran.

Sekretaris DPC SBMI Malang, Kasiati mengatakan, dengan mengikuti pelatihan ini, para pengurus SBMI di tingkat desa diharapkan akan bisa menangani kasus yang dialami buruh migran asal desa mereka.

“Semoga teman-teman DPD tambah bersemangat dan ke depannya nanti bisa mempraktikkan ilmu yang didapat dari pelatihan ini untuk membantu BMI yang bermasalah. Terima kasih kepada Dewan Pimpinan Nasional (DPN) SBMI yang terus berkomitmen mengembangkan dan meningkatkan kapasitas anggotanya hingga ke desa-desa,” kata Kasiati.

Peserta pelatihan dari DPD SBMI Desa Plandi, Ms bin Ali mengatakan, Diskusi Komunitas pelatihan penanganan kasus ini sangat bermanfaat karena para pengurus SBMI di tingkat desa banyak mendapat ilmu dan wawasan terkait tata cara penanganan kasus.

“Setelah mengikuti pelatihan penanganan kasus ini, semoga kami bisa membantu menangani permasalahan buruh migran, khususnya buruh migran asal Desa Plandi dan sekitarnya,” kata Ms bin Ali.

Senada dengan Ms bin Ali, salah satu peserta pelatihan dari DPD SBMI Desa Ngantru, Asmira Baita juga menilai Diskusi Komunitas ini sangat bermanfaat.  

“Diskusi Komunitas pelatihan penanganan kasus ini bisa menambah wawasan para anggota dan pengurus SBMI di tingkat desa. Dengan ilmu yang kami dapat dari pelatihan ini, semoga ke depannya nanti kami bisa membantu menangani permasalahan buruh migran,” kata Asmira.  

 

 

Tinggalkan Komentar Anda