SBMI GELAR DISKUSI KOMUNITAS PELATIHAN PENANGANAN KASUS DI DESA KANDANGAN, BANYUWANGI

Serikat Buruh Migran Indonesia (SBMI) menggelar Diskusi Komunitas pengembangan dan peningkatan kapasitas keorganisasian melalui pelatihan penanganan kasus di Desa Kandangan, Kecamatan Pesanggaran, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, Senin (9/11/2020).

Kegiatan ini diselenggarakan SBMI dengan didukung oleh Yayasan TIFA dalam program bertajuk ”Pengembangan dan Peningkatan Kapasitas Keorganisaisan Serikat Buruh Migran Indonesia (SBMI) dari Desa, melalui Penanganan Kasus dan Pemberdayaan Ekonomi

Diskusi Komunitas pelatihan penanganan kasus ini diadakan kediaman Ketua DPD SBMI Desa Kandangan, Kecamatan Pesanggaran dengan dipandu oleh Legal Aid SBMI, Eddy Purwanto, S.H.

Peserta pelatihan penanganan kasus ini terdiri dari 3 orang perwakilan Dewan Pimpinan Desa (DPD) SBMI dari Desa Kandangan, 3 orang dari DPD SBMI Desa Sumberagung, dan 4 orang dari DPD SBMI Desa Sarongan.  

Dalam Diskusi Komunitas ini, selaku Legal Aid SBMI, Eddy Purwanto memaparkan materi tentang tata cara penanganan kasus dan menjelaskan  instrumen hukum nasional terkait buruh migran.

Ketua DPC SBMI Banyuwangi, Agung Subastian mengatakan, dengan mengikuti pelatihan ini, para pengurus SBMI di tingkat desa menjadi paham tentang tata cara penanganan kasus, sehingga diharapkan akan bisa menangani kasus yang dialami buruh migran asal desa mereka.

“Semoga ke depannya nanti teman-teman DPD bisa mempraktikkan ilmu yang didapat dari pelatihan ini. Terima kasih kepada Dewan Pimpinan Nasional (DPN) SBMI yang terus berkomitmen mengembangkan dan meningkatkan kapasitas anggotanya hingga ke desa-desa,” kata Agung.

Sobeti Dwi A, Ketua DPD SBMI Desa Sarongan yang menjadi salah satu peserta pelatihan mengatakan, Diskusi Komunitas pelatihan penanganan kasus ini sangat bermanfaat karena para pengurus SBMI di tingkat desa banyak mendapat ilmu dan wawasan terkait tata cara penanganan kasus.

“Setelah mengikuti pelatihan penanganan kasus ini, semoga kami bisa membantu menangani permasalahan buruh migran sehingga persoalan yang dialami buruh migran asal Desa Sarongan dan sekitarnya bisa tertangani dengan baik,” kata Sobeti.

Senada dengan Sobeti, salah satu pengurus DPD DBMI Desa Sumberagung, Khoirul Bariyah juga menilai pelatihan ini sangat bermanfaat karena para pengurus SBMI di tingkat desa menjadi paham tentang tata cara penanganan kasus.

“Semoga setelah mengikuti pelatihan penanganan kasus ini kami bisa membantu permasalahan yang dialami buruh migran, khususnya buruh migran asal Desa Sumberagung dan sekitarnya,” kata Bariyah.  

Peserta pelatihan dari DPD SBMI Desa Kandangan, Siti Masruroh mengatakan, Diskusi Komunitas pelatihan penanganan kasus ini bisa menambah wawasan para pengurus SBMI di tingkat desa tentang tata cara penanganan kasus,  termasuk instrumen hukum nasional terkait buruh migran.

“Dengan ilmu yang kami dapat dari pelatihan ini, semoga kami bisa membantu menangani kasus yang dialami buruh migran, khususnya buruh migran asal Desa Kandangan dan sekitarnya,” kata Masruroh.

 

 

Tinggalkan Komentar Anda