DISKUSI KOMUNITAS PENINGKATAN KAPASITAS KEORGANISASIAN SBMI DARI DESA MELALUI PEMBERDAYAAN EKONOMI DI INDRAMAYU

Serikat Buruh Migran Indonesia (SBMI) menggelar Diskusi Komunitas pengembangan dan peningkatan kapasitas keorganisasian melalui pemberdayaan ekonomi berbasis koperasi di Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, Kamis (5/11/2020).

Kegiatan ini diselenggarakan SBMI dengan didukung oleh Yayasan TIFA dalam  program bertajuk ”Pengembangan dan Peningkatan Kapasitas Keorganisaisan Serikat Buruh Migran Indonesia (SBMI) dari Desa, melalui Penanganan Kasus dan Pemberdayaan Ekonomi”

Bertempat di Balai Desa Krasak, Kecamatan Jatibarang, Diskusi Komunitas ini dihadiri oleh Ketua Umum SBMI, Hariyanto Suwarno beserta empat pengurus Dewan Pimpinan Nasional (DPN) SBMI lainnya dan dibuka oleh Ketua DPC SBMI Indramayu, Juwarih.

Peserta Diskusi Komunitas ini terdiri dari anggota dan pengurus Dewan Pimpinan Desa (DPD) SBMI dari 3 desa, yaitu Desa Krasak, Kecamatan Jatibarang, Desa Gadel, Kecamatan Tukdana, dan Desa Pabean Ilir, Kecamatan Pasekan.  

Dari Diskusi Komunitas ini telah berhasil terbentuk Koperasi SBMI di tiga desa, yaitu di Koperasi SBMI Desa Krasak, Koperasi SBMI Desa Gadel, dan Koperasi SBMI Desa Pabean Ilir.  

Ketua DPC SBMI Indramayu mengatakan, setelah terbentuknya Koperasi SBMI, remitansi buruh migran asal Indramayu diharapkan akan bisa dikelola dengan lebih baik.

“Selain itu, dengan program pemberdayaan ekonomi berbasis koperasi ini, para purna buruh migran khususnya di tiga desa yang sudah terbentuk Koperasi SBMI akan memiliki usaha di desa sehingga tidak punya keinginan untuk kembali bekerja ke luar negeri,” kata Juwarih.

Taniyah, salah satu peserta diskusi dari DPD SBMI Desa Krasak menilai, selain mendapat banyak ilmu, Diskusi Komunitas ini juga bisa menjadi ajang silaturahmi sesama anggota dan pengurus SBMI sehingga bisa saling mengenal lebih dekat lagi.

“Terima kasih kepada SBMI yang mau turun ke desa-desa mengadakan Diskusi Komunitas. Dengan terbentuknya Koperasi SBMI, kami berharap bisa membangun usaha dan sukses bersama,” kata Taniyah yang pernah menjadi  BMI di Taiwan selama 8 tahun.

Senada dengan Taniyah, peserta diskusi dari DPD SBMI Desa Gadel, Riana juga menilai Diskusi Komunitas ini sangat bermanfaat karena selain bisa menjadi ajang silaturahmi, para peserta juga banyak mendapat ilmu.

“Terima kasih kepada SBMI yang telah memberikan bimbingan soal pemberdayaan ekonomi. Dengan terbentuknya Koperasi SBMI Desa Gadel semoga usaha yang kami rintis bisa berjalan lancar,” kata Riana.

Rasih, peserta diskusi dari DPD SBMI Desa Pabean Ilir menilai, Diskusi Komunitas ini sangat bermanfaat karena bisa menambah wawasan terkait cara membangun usaha di desa.

“Dengan terbentuknya Koperasi SBMI, kami berharap usaha produksi terasi udang yang sudah dirintis teman-teman purna BMI di Desa Pabean Ilir bisa semakin berkembang dan sukses,” kata Rasih.

 

 

 

 

 

 

Tinggalkan Komentar Anda