DISKUSI KOMUNITAS PENINGKATAN KAPASITAS KEORGANISASIAN SBMI DARI DESA MELALUI PEMBERDAYAAN EKONOMI DI CIANJUR

Serikat Buruh Migran Indonesia (SBMI) menggelar Diskusi Komunitas pengembangan dan peningkatan kapasitas keorganisasian melalui pemberdayaan ekonomi berbasis koperasi di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, Senin (2/11/2020).

Kegiatan ini diselenggarakan SBMI dengan didukung oleh Yayasan TIFA dalam  program bertajuk ”Pengembangan dan Peningkatan Kapasitas Keorganisaisan Serikat Buruh Migran Indonesia (SBMI) dari Desa, melalui Penanganan Kasus dan Pemberdayaan Ekonomi”

Bertempat di sekretariat Dewan Pimpinan Cabang (DPC) SBMI Cianjur di Kelurahan Bojongherang, Kecamatan Cianjur, Diskusi Komunitas ini dibuka oleh Ketua DPC SBMI, Ajat Sudrajat dan hadiri oleh Ketua Umum SBMI, Hariyanto Suwarno beserta empat pengurus Dewan Pimpinan Nasional (DPN) SBMI lainnya.

Peserta Diskusi Komunitas ini terdiri dari 30 anggota dan pengurus Dewan Pimpinan Desa (DPD) SBMI dari 3 desa, yaitu Desa Sukaluyu, Kecamatan Sukaluyu, Desa Bojong Picung, Kecamatan Bojong Picung, dan Desa Maleber, Kecamatan Karang Tengah.

Dari Diskusi Komunitas ini telah berhasil terbentuk Koperasi SBMI di tiga desa, yaitu di Koperasi SBMI Desa Sukaluyu, Koperasi SBMI Desa Bojong Picung, dan Koperasi SBMI Desa Maleber.

Dalam sambutannya, Ketua DPC SBMI Cianjur Ajat Sudrajat mengatakan, dengan adanya Diskusi Komunitas pemberdayaan ekonomi dan pelatihan penanganan kasus ini diharapkan akan dapat meningkatkan kapasitas para anggota dan pengurus SBMI di Kabupaten Cianjur, khususnya kepengurusan di tingkat desa.

“Semoga dengan terbentuknya Koperasi SBMI akan dapat memberdayakan ekonomi para purna BMI, khususnya di tiga desa yang telah terbentuk DPD SBMI. Terima kasih kepada DPN SBMI yang terus berkomitmen meningkatkan kapasitas anggota hingga ke desa-desa,” kata Ajat.

Neni Suryani, salah satu peserta diskusi dari DPD SBMI Bojong Picung mengatakan bahwa Diskusi Komunitas pemeberdayaan ekonomi berbasis koperasi yang diadakan SBMI ini sangat bermanfaat karena para anggota dan pengurus SBMI di tingkat desa banyak mendapatkan ilmu untuk mendirikan dan mengembangkan usaha di desa.

“Terima kasih kepada SBMI yang telah banyak memberikan ilmu dalam Diskusi Komunitas ini. Dengan terbentuknya Koperasi SBMI semoga dapat memberdayakan para purna BMI sehingga tidak kembali berangkat ke luar negeri menjadi buruh migran,” kata Neni yang pernah menjadi BMI di Arab Saudi selama lima tahun.

Senada dengan Neni, salah satu peserta dari DPD SBMI Desa Sukaluyu, Hj Rosilah juga menilai kegiatan Diskusi Komunitas tentang pemberdayaan ekonomi ini sangat bermanfaat karena bisa menambah wawasan untuk mengembangkan usaha para purna BMI yang sudah berjalan.

“Dengan pembentukan Koperasi SBMI, semoga usaha sistik ubi ungu yang dirintis teman-teman purna BMI di Desa Sukaluyu bisa semakin maju dan berkembang,” kata Hj Rosilah yang pernah menjadi BMI di Arab Saudi selama 10 tahun.

Neni Susana, salah satu peserta diskusi dari Desa Maleber juga mengatakan hal yang sama. Neni berharap, dengan terbentuknya Koperasi SBMI Desa Maleber, usaha produksi abon yang dijalankan para purna BMI di Desa Maleber bisa semakin berkembang.

“Terimakasih kepada SBMI yang telah banyak memberikan ilmu sekaligus membantu proses pembentukan Koperasi SBMI Desa Maleber. Semoga usaha produksi abon yang kami jalankan selama ini bisa lebih sukses,” kata Neni Susana.

 

Tinggalkan Komentar Anda