TIDAK JELAS KAPAN DIBERANGKATKAN, SBMI LOTIM MINTA SPONSOR KEMBALIKAN BIAYA PENEMPATAN 3 CALON BMI

SBMI Lombok Timur (Lotim) memfasilitasi pertemuan tiga calon BMI berinisial, MS, JA, dan MA asal Desa Gereng dan Desa Lepak, Kecamatan Sakra Timur dengan pihak sponsor yang menarik biaya penempatan antara Rp 4,5 hingga 6 juta untuk proses memberangkatkan ketiga calon BMI itu ke Malaysia.

Dalam pertemuan yang diadakan di kantor sekretariat DPC SBMI Lotim, Rabu (20/10), Tim Advokasi SBMI Lotim  meminta sponsor untuk mengembalikan biaya penempatan yang sudah dibayarkan oleh ketiga calon BMI itu.

Pasalnya, ketiga calon BMI itu awalnya dijanjikan sponsor akan diberangkatkan ke Malaysia pada bulan Februari 2020. Namun, hingga saat ini ketiga calon BMI itu belum juga diberangkatkan dan tidak mendapat kepastian kapan akan diberangkatkan ke Malaysia.

Menurut Ketua DPC SBMI Lotim, Usman, ketika mengadu ke SBMI Lotim, ketiga calon BMI tersebut mengaku direkrut oleh seorang sponsor berinisial LM dan dijanjikan akan diberangkatkan melalui PT HKI  Cabang Lombok Timur untuk dipekerjakan di ladang sawit di wilayah Malaysia Barat.

Husnul Fajri, Yuza, dan Sopian Heri Sandi selaku Tim Advokasi SBMI Lombok Timur meminta pihak sponsor atas nama LM untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya dengan mengembalikan seluruh uang yang telah dikeluarkan oleh ketiga calon BMI tersebut.  

“Ketika kami pertemukan di sekretariat SBMI Lotim, pihak sponsor menyatakan kesanggupannya untuk mengembalikan seluruh biaya penempatan yang telah dibayarkan ketiga calon BMI dan meminta waktu pengembalian selama empat bulan dari sekarang,” kata Usman.

Selaku Ketua SBMI Lombok Timur, Usman mengimbau kepada seluruh masyarakat agar tidak mudah percaya dengan janji dan iming-iming sponsor yang akan memberangkatkan ke luar negeri.

“Kepada masyarakat yang ingin menjadi buruh migran ke luar negeri agar lebih hati-hati dan jangan  mudah percaya begitu saja terhadap sponsor atau tekong. Sebaiknya bertanya dulu ke Dinasnaker terdekat, sehingga bisa memastikan ada tidaknya job order untuk bekerja di luar negeri,” imbau Usman.

 

 

Tinggalkan Komentar Anda