SEJUMLAH BURUH MIGRAN PERKEBUNAN SAWIT DI SABAH SEPAKAT BENTUK DPLN SBMI

Didasari oleh keprihatinan atas berbagai persoalan yang dialami Buruh Migran Indonesia (BMI) di wilayah Malaysia Timur, sejumlah buruh migran di Sabah sepakat membentuk Dewan Perwakilan Luar Negeri Serikat Buruh Migran Indonesia (DPLN SBMI).

Pada musyawarah wilayah luar negeri yang digelar secara online pada 27 September 2020, BMI asal Bulukumba, Sulawesi Selatan, Riswan Abadi terpilih sebagai Ketua DPLN SBMI Sabah, sedangkan Samsul Bahri dan Kahar S masing-masing terpilih sebagai Sekretaris dan Bendahara.

Riswan Abadi merupakan tenaga pendidik anak BMI di perkebunan kelapa Sawit di Sabah, sedangkan Samsul Bahri adalah seorang mandor perkebunan sawit. Sementara, Kahar S bekerja sebagai sopir di perusahaan kelapa sawit.

“Sebelum bergabung dengan SBMI, saya telah membentuk  Group WhatsApp Komunitas Sahabat TKI (KST) sebagai wadah untuk menyatukan BMI dan sarana berbagi informasi agar bisa membantu para BMI yang sedang memerlukan pertolongan,” kata Riswan kepada redaksi sbmi.or.id.

Menurut Riswan, ia memutuskan untuk mengajak teman-temannya mendirikan DPLN SBMI di Sabah karena telah melihat kiprah SBMI dalam memperjuangkan hak-hak buruh migran dan keluarganya.

“Saya sering melihat postingan di FB terkait perjuangan SBMI yang telah banyak membantu BMI bermasalah. Oleh karena itu, saya mengajak teman-teman untuk bergabung dengan SBMI dengan harapan dapat lebih banyak membantu sesama BMI,” jelasnya.

Dengan terbentuknya DPLN SBMI di Sabah, Riswan berharap bisa membantu menyelesaikan berbagai persoalan yang dialami BMI di wilayah Malaysia Timur, khususnya di kawasan Sabah dan sekitarnya.  

“Pembentukan DPLN SBMI Sabah ini dimaksudkan untuk membantu penyelesaian kasus-kasus buruh migran, termasuk ikut berperan dalam pencegahan Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO). Harapan saya, masalah-masalah yang dihadapi BMI dapat terselesaikan, sehingga kehidupan BMI dan keluarganya bisa lebih baik lagi,” pungkas Riswan.

Tinggalkan Komentar Anda