Di Kabupaten Malang, DPD SBMI Sudah Terbentuk di 11 Desa

Dewan Pimpinan Desa Serikat Buruh Migran Indonesia (DPD SBMI) di Kabupaten Malang sudah terbentuk di 11 desa, yaitu 3 DPD di Kecamatan Wonosari dan 8 DPD di Kecamatan Ngantang.

Khususnya di Kecamatan Ngantang, awalnya DPD SBMI hanya terbentuk di satu desa, yaitu di DPD SBMI Banjarejo yang terbentuk pada 4 Juli 2018. Namun, seiring berjalannya waktu DPD SBMI terus beranak pinak hingga menjadi 8 DPD.

Menurut keterangan Ketua DPD SBMI Banjarejo, Sasmito, semakin bertambahnya jumlah kepengurusan SBMI di tingkat desa di Kecamatan Ngantang dilatarbelakangi oleh kesadaran para mantan buruh migran dan keluarganya untuk membentuk sebuah wadah sebagai ajang  bersilaturahmi dan saling bertukar informasi.

“Motivasi teman-teman membentuk DPD SBMI juga didasari oleh kesadaran bahwa berserikat itu penting agar bisa membela, melindungi, dan memperjuangkan hak-hak buruh migran serta pemberdayaan mantan buruh migran dan keluarganya,” kata Sasmito.

Saat ini, kata Sasmito, selain DPD SBMI Banjarejo, di Kecamatan Ngantang juga telah terbentuk DPD SBMI Purworejo, DPD SBMI Jombok, DPD SBMI Ngantru, DPD SBMI Tulungrejo, DPD SBMI Sumberagung, DPD SBMI Sidodadi, dan DPD SBMI Pagersari.

Lebih lanjut Sasmito menjelaskan, semakin bertambahnya kepengurusan SBMI di tingkat desa juga tidak lepas dari perjuangan para tokoh SBMI yang tinggal di Kecamatan Ngantang.

“Untuk mengorganisir teman-teman di beberapa desa, kami tergabung dalam satu tim yang diisi oleh orang-orang yang berpengalaman di SBMI, termasuk mantan Ketua Umum SBMI, Bu Erna dan tokoh-tokoh SBMI lainnya seperti Pak Eddy, Bu Anik Sugiono, Bu Jiati, serta beberapa tokoh SBMI Ngantang, Bu Suyati, Bu Sulami, dan Pak Fahmi,” jelas Sasmito.

Koordinator Departemen Pengorganisasian DPN SBMI, Aan Setyo Purnama Hadi menilai, semakin bertambahnya kepengurusan SBMI di tingkat desa merupakan tren positif yang perlu mendapat apresiasi karena desa merupakan benteng pertama bagi perlindungan buruh migran.

“Jadi, semakin banyak masyarakat desa yang mempunyai kesadaran untuk berserikat atau berorganisasi, tentunya akan semakin banyak pula buruh migran yang terlindungi,” jelas Aan.

 

Tinggalkan Komentar Anda