SBMI GELAR PELATIHAN UNTUK PELATIH BURUH MIGRAN

Dalam rangka meningkatka kapasitas, Dewan Pimpinan Nasional  Serikat Buruh Migran Indonesia menyelenggarakan pelatihan untuk pelatih yang dilaksanakan di Tebet Jakarta Selatan (16/11/2019).  Kegiatan ini diikuti oleh para peserta dari delapan cabang Serikat Buruh Migran Indonesia.

“Kegiatan ini ditujukan untuk meningkatkan kapasitas pengorganisasian, penanganan kasus dan pemberdayaan ekonomi berbasis koperasi.” jelas Hariyanto

Dengan adanya kegiatan ini, lanjutnya, para peserta diharapkan mampu melakukan pengorganisasian buruh migran dan anggota keluarganya ditingkatan desa, mampu menangani kasusnya dan memberdayakan secara ekonomi melalui koperasi. 

“Kegiatan ini dilakukan sebagai implementasi dari rekomendasi kegiatan sebelumnya, karena dalam melakukan kerja-kerja tersebut, perlu adanya bimbingan teknis terkait ketiganya,” papar ketua umum Serikat Buruh Migran Indonesia.

Lebih lanjut Hariyanto menjelaskan bahwa pelatihan pengorganisasian buruh migran di level desa merupakan salah satu mandat Kongres tahun 2012, 2015 dan 2018 yang harus dilaksanakan karena kebanyakan buruh migran berasal dari desa. 

Seiring waktu, Undang Undang No 18 tahun 2017 tentang Pelindungan Pekerja Migran Indonesia memperluas tugas dan tanggung jawab pemerintah hingga level desa. Pasal 42 secara tegas mengatur tugas dan kwajiban pemerintah desa tentang layanan informasi, verifikasi, pendataan, fasilitasi persyaratan administrasi, pemantauan dan pemberdayaan. 

“Pengorganisasian dilevel desa diharapkan mampu mengawal dan memastikan tugas dan tanggung jawab pemerintah desa berjalan dengan baik,” tegasnya

Menurut Suwandi, salah seorang peserta dari Serang Banten mengatakan, kegiatan ini menarik karena melibatkan divisi-divisi dari struktur pengurus cabang. 

Dengan demikian, pelatihan ini tepat dilakukan karena dengan pelatihan ini masing-masing divisi memiliki keterampilan teknis dalam pengorganisasian, penanganan kasus dan pemberdayaan ekonomi berbasis koperasi. 

Tinggalkan Komentar Anda