72 BMI Pekerja Kilang di Malaysia Gembira Bisa Pulang ke Tanah Air

Sebanyak 72 Buruh Migran Indonesia (BMI) pekerja kilang (pabrik) pakaian di Pulau Pinang, Malaysia yang selama sekitar lima bulan nasibnya sempat terkatung-katung karena perusahaan tempat kerja mereka tutup, merasa gembira bisa pulang ke Tanah Air.

Para BMI tersebut telah dipulangkan dari Malaysia, Minggu (13/9/2020). Saat ini, 13 dari 72 BMI tersebut sudah pulang ke kampung halaman masing-masing karena dijemput keluarganya.

Sementara 59 lainnya masih berada Rumah Perlindungan Trauma Center (RPTC) Kementerian Sosial RI di Bambu Apus, Jakarta Timur untuk menunggu jadwal pemulangan oleh Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI).

“Alhamdulillah akhirnya kami bisa pulang ke Tanah Air. Terima kasih kepada SBMI yang telah membantu proses pemulangan kami. Terima kasih juga kepada BP2MI dan RPTC Kementerian Sosial yang telah menyediakan tempat dan akomodasi selama kami menunggu proses pemulangan ke daerah asal masing-masing,” kata perwakilan dari 72 BMI, Indri ketika ditemui jurnalis sbmi.or.id di aula RPTC, Senin (14/9).

Baca : SBMI MALAYSIA BERHASIL DAMPINGI PROSES PEMULANGAN 72 BMI PEKERJA KILANG DI PENANG

Lebih lanjut BMI asal Klaten ini menceritakan, ketika proses produksi masih berjalan lancar, perusahaan tempat mereka bekerja sebenarnya cukup baik. Bahkan, ketika mereka diliburkan selama dua bulan akibat kebijakan Perintah Kawalan Pergerakan (PKP) terkait wabah virus corona, pihak perusahaan tetap membayar gaji para pekerjanya.

Namun, kata Indriyati, ketika proses produksi mengalami penurunan dan perusahaan mulai merumahkan pekerja hingga tutup total pada bulan Juli 2020, pihak perusahaan tidak pernah memberi kejelasan tentang nasib mereka. Perusahaan juga tidak pernah memberitahukan kapan mereka akan dipulangkan ke Indonesia.

“Kami pernah mengadu ke perwakilan pemerintah RI di Penang melalui nomor hotline, tetapi kurang mendapat respon. Kemudian saya berinisiatif menghubungi Ketua Umum SBMI, Pak Hariyanto untuk meminta bantuan. Setelah itu, saya dihubungkan dengan Ketua DPLN Malaysia, Pak Ridwan,” katanya.

Setelah mendapat pengaduan dari Indri dan kawan-kawan, DPLN SBMI Malaysia bernegosiasi dengan perusahaan dengan cara mengirim surat via email agar 72 BMI itu dapat dipulangkan ke Indonesia dan selama menunggu kepulangan SBMI meminta ke perusahaan agar mereka diberi uang makan.

Pihak perusahaan merespon positif surat yang dikirim SBMI Malaysia dan langsung menyatakan kesanggupannya untuk memulangkan 72 BMI dengan membelikan tiket penerbangan tujuan Jakarta.

“Informasi yang kami dapat dari BP2MI, kami akan dipulangkan ke daerah asal masing-masing pada Rabu (19/9) lusa. Sekali lagi, terima kasih kepada Ketua Umum SBMI, Pak Hariyanto dan Ketua SBMI Malaysia, Pak Ridwan serta BP2MI dan RPTC Kemensos RI,” pungkas Indriyati.

Tinggalkan Komentar Anda