DIPANGGIL BP2MI, DERY MENGAKU SEDANG DI BANGKOK DAN TAIWAN


Pada saat jadwal panggilan mediasi yang sudah ditentukan oleh Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) Senin, 3 Maret 2020, Muhammad Dery Kepala Cabang Cilacap PT Rimba Ciptaan Indah tidak datang.

Kepada dua orang mediator BP2MI, Muhammad Dery menjelaskan tidak bisa memenuhi panggilan BP2MI karena sedang mengurus paspor di luar negeri.

“Kepada pak Made, Muhammad Dery dengan alasan sedang di Taiwan, kepada pak Charles mengaku sedang di Bangkok,” kata Salsa Plt Kordinator Deprteman Advokasi SBMI (3/3/2020).

Menurut Salsa, alasan Muhammad Dery itu mengada-ada dan lucu, tidak mungkin satu orang bisa berada di dua tempat pada waktu yang bersamaan.

“Alasan ini juga meremehkan lembaga pemerintah, dipanggil secara resmi tidak datang dengan alasan yang tidak rasional,” tegasnya

Diteruskan, timnya mengendus adanya permainan antara Muhammad Dery dengan seorang oknum petugas di Crisis Center BP2MI. Hal itu diketahui dengan adanya sikap yang menghalang-halangi penyelesaian kasus, dengan cara tidak membuat surat panggilan mediasi.

“Ketika kami tembus atasanya, dalam waktu tidak lama, langsung dibuatkan surat panggilan langsung diterbitkan,” ungkapnya

Oknum seperti ini, lanjutnya, harus segera dipecat, karena bertentangan dengan misi BP2MI yang berwenang melindungi buruh migran Indonesia.

Muhammad Dery dipangil oleh BP2MI untuk penyelesaian kasus dugaan penipuan dengan modus penempatan kerja ke Taiwan dan Jepang kepada 4 korbannya yang mengadu ke Serikat Buruh Migran Indonesia.

Tinggalkan Komentar Anda