SBMI MENUNTUT IMIGRASI PERKETAT BURUH MIGRAN KE TIMUR TENGAH

Hariyanto menuntut pemerintah untuk segera melakukan aksi nyata rencana perlindungan Warga Negara Indonesia di Timur Tengah, usai terjadinya serangan balik yang dilakukan Iran ke pangkalan militer Amerika Seikat di Irak pada 8 Januari 2020.

Ketua Umum SBMI

Menurut Ketua Umum Serikat Buruh Migran Indonesia, upaya tersebut harus dilakukan bersama baik di dalam maupun di luar negeri.

Di luar negeri, Ibu Retno Menteri Luar Negeri sudah merancang ‘Contingency Plan’ untuk menyelamatkan seluruh warga negera Indonesia termasuk buruh migran.

“Maka didalam negeripun pemerintah harus melakukan upaya pencegahan dengan memperketat tujuan ke Timur Tengah, atau negara yang menjadi tempat transit ke Timur Tengah seperti Turki atau Erbil” tegas Hariyanto.

Lebih lanjut Hariyanto mengatakan bahwa kemarin pada hari Kamis tanggal 9/1/2020 SBMI Banten mengawal pemulangan 10 orang calon buruh migran dari bandara Sharjah Uni Emirat Arab yang rencananya akan dikirim ke Suriah.

Peristiwa ini membuktikan masih lemahnya  imigrasi di dalam negeri.

Tinggalkan Komentar Anda