MIGRANT FORUM in ASIA GELAR GENERAL FORUM DI BANGKOK

Migran Forum on ASIA (MFA) mengadakan rapat umum untuk pembentukan struktur baru dan menyusun rancangan agenda mendatang. MFA adalah aliansi 39 organisasi masyarakat sipil dan serikat buruh di Asia. Rapat umum MFA ini diselenggarakan di Hotel Ambassador Bangkok dari tanggal 9-12 Desember 2019.

Demikian disampaikan oleh Bobi Anwar Maarif, delegasi Serikat Buruh Migran Indonesia yang menghadiri kegiatan tersebut.

“Ini adalah rapat 4 tahunan untuk memilih komite eksekutif  baru,” jelasnya (09/12/2019).

Dari 6 organisasi anggota MFA dari Indonesia, lanjutnya, hanya 3 yang menghadiri kegiatan tersebut, yaitu Serikat Buruh Migran Indonesia, Jaringan Nasional Peka Bumi, dan Central Indonesian Migran Workers.

“Tiga organisasi lainnya yaitu, Migrant Care, Solidaritas Perempuan tidak hadir, dan satu organisasi lainnya sudah tidak aktif yaitu Konsorsium Pembela Buruh Migran”, kata Sekjen Serikat Buruh Migran Indonesia.

Pada pertemuan hari pertama, MFA melaporkan hasil  kerja-kerjanya dari tahun 2017- 2019. Cukup banyak capaian MFA dalam mendorong perbaikan norma ditingkat internasional dan regional, termasuk kegiatan-kegiatan yang mendorong terwujudnya norma-norma dari konvensi perlindungan hak buruh migran dan angggota keluarganya, melalui berbagai kegiatan seperti Bali Procces dan Abu Dhabi Dialog.

Salah satu yang ramai dibicarakan adalah etical recruitment dan zero fee recuitment.  Kedua tema ini slalu menarik perhatian karena buruh migran masih mengalami biaya mahal. Selain itu tema tentang Konvensi ILO 189, perkembangan Global Compact on Migration menjadi perhatian utama.

“Saya menyampaikan bahwa, parlemen saat ini sedang memulai kembali pembahasan tentang Undang Undang Perlindungan PRT, semoga mereka serius membahasnya,” harap Bobi. 

Tinggalkan Komentar Anda