PULUHAN PMI DARI MALADEWA DIPULANGKAN AKIBAT CORONA

Puluhan Pekerja Migran Indonesia (PMI) dari Maladewa pulang kampung ke daerah masing masing lewat Bali akibat dampak covid 19. Mereka pulang kampung difasilitasi UPT BP2MI Denpasar dan UPT BP2MI Banyuwangi melalui jalur darat.
“Kesemuanya pekerja migran yang dipulangkan adalah mereka yang bekerja di resort- resort wisata wilayah Maladewa akibat Corona”. Kata Muhammad Iqbal Koordinator UPT BP2MI Banyuwangi kepada SBMI Banyuwangi. Sabtu (25/04/2020).
Dari data laporan kepulangan BP2MI Banyuwangi mereka kesemuanya 41 orang tersebar dari beberapa kabupaten di Jawa Timur Jawa Tengah dan Medan, dengan rincian : Propinsi Jawa Timur: Kabupaten Jember : 18 orang, Kabupaten Probolinggo : 9 orang, Kabupaten Banyuwangi : 8 orang, Kabupaten Trenggalek : 1 orang, Kabupaten Magetan :1 orang, dan Blitar 1 orang. Untuk Propinsi Jawa Tengah Solo: 2 orang, dan Propinsi Medan : 1 orang.
Untuk PMI asal Kabupaten Banyuwangi daerah asal mereka yakni Kecamatan Songgon, Kecamatan Gambiran, Kecamatan Siliragung, Kecamayan Glenmore, Kecamatan muncar, dan Kecamatan Tegaldlimo.
Iqbal menambahkan, perusahaan tempat mereka bekerja tidak beroperasi akibat virus Corona sehingga terpaksa memulangkan mereka ke daerah asalnya.
Serikat Buruh Migran Indonesia (SBMI) DPC Banyuwangi yang telah koordinasi dengan UPT BP2MI Banyuwangi berharap kesemua pekerja migran Indonesia tersebut dapat difasilitasi pemulangan ke daerah asalnya sesuai protokol covid.
“Kami berharap kesemuanya dapat difasilitasi pemulangan sampai daerah asalnya, dan yang tak kalah penting adalah upaya perlindungan negara terhadap mereka dari dampak covid melalui upaya reintegrasi baik sosial maupun ekonomi pasca dipulangkan”. Kata Agung Subastian Ketua SBMI DPC Banyuwangi kepada tim redaksi. Sabtu (25/04/2020).
Menurutnya, di Kabupaten Banyuwangi dan Propinsi Jawa Timur sendiri dari beberapa kali pemulangan PMI dampak covid 19, selain upaya fasilitasi pemulangan, hingga saat ini belum ada progam yang spesifik pada penanganan reintegrasi sosial maupun ekonomi yang spesifik menyasar purna pekerja migran akibat pekerja migran yang dirumahkan, di PHK oleh majikan ataupun gagal di berangkatkan.
Menurutnya, di Kabupaten Banyuwangi dan Propinsi Jawa Timur sendiri dari beberapa kali pemulangan PMI dampak covid 19, selain upaya fasilitasi pemulangan, hingga saat ini belum ada progam yang spesifik pada penanganan reintegrasi sosial maupun ekonomi yang mengeintervensi purna pekerja migran korban dirumahkan, di PHK oleh majikan ataupun gagal di berangkatkan.
Pemulangan PMI yang tidak dibarengi dengan reintegrasi sosial maupun ekonomi akan membuat re-migrasi dan traficking dengan mwnggunakan modus operandi baru demi mendapatkan penghasilan contohnya yang tidak menutup kemungkinan prostitusi dan tindak kriminal misal narkoba. (AS)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *