KBRI MANILA, KUNJUNGI 60 BMI YANG DITELANTARKAN DI PHILIPINA


Menindaklanjuti pengaduan 60 Buruh Migran Indonesia yang ditelantarkan oleh perusahaan AG & P di Philipina, petugas KBRI datangi tempat penampungannya pada Jumat sore 10 April 2020.

Menurut Yudha Nugraha, sebelumnya KBRI sudah mencoba menghubungi pihak HRD AG & P Batangas,

“Namun belum tersambung, kemungkinan karena libur panjang paskah kamis-jumat,” jelas Direktur PWNI BHI Kementerian Luar Negeri melalui pesan WhatsApp kemarin (10/4/2020).

Diteruskan, Staf Konsuler akan segera berkunjung ke lokasi untuk memastikan kondisi para pekerja WNI dalam kondisi baik dan menjelaskan kendala karantina saat ini, termasuk berbicara dengan perusahaan untuk mengetahui duduk permasalahannya terkait hak-hak para pekerja WNI tersebut.

“Perkembangan lanjutan akan kami sampaikan pada kesempatan pertama,” katanya.

Berdasarkan laporan dari para Buruh Migran Indonesia kepada Gultom SBMI Taiwan, pada Jumat malam, mengkonfirmasi Staf Konsuler telah mendatangi tempat tinggalnya.

Kepada Staf Konsuler tersebut, 54 sampai 60 Buruh Migran Indonesia itu menyampaikan keluhannya.

Sejak 17 Maret 2020, mereka dirumahkan oleh perusahaan akibat kebijakan pemerintah Philippina yang memberlakukan kebijakan lockdown untuk mencegah penyebaran virus corona.

Sejak dirumahkan, mereka tidak diberi gaji dan suplai makanan.

Baca : 60 BMI di Philipina di Terlantarkan oleh Perusahaannya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *