MIKIRIN IBUNYA BERMASALAH DI MALAYSIA, ANAK ITU SAKIT SAMPAI MENINGGAL


Bekasi. Sedih banget mendengar cerita pak Sukarya, warga Kampung Kobak Pasir Desa RT 03/06 Desa Kertajaya Kecamatan Pebayuran Kabupaten Bekasi.

Pasalnya, anak pertamanya Galang Firdaus, telah meninggal dunia pada 27 Maret 2020 karena sembelit.

“Anak itu nahan rindu sama mamahnya, sampe susah suruh makan. akhirnya sembelit, cuma setengah hari, pagi udah ke dokter, mendingan, siangnya rencana abis jumatan mau ke RS lagi eh ga keburu,” jelas Sukarya tak tahan membendung  tangis, tidak percaya akan mengalami peristiwa tragis ini.

Sebelum meninggalnya, Alm Galang sempat mengeluh sambil menangis seperti mengkhawatirkan nasib buruk Nuraeni ibunya di Malaysia.

“Ya Allah nasib kita kaya gini amat ya ayah😭,” rengeknya.

“Sabar ya kaka,” jawab Sukarya seraya mendekapnya.

Galang juga pernah mengatakan kerinduannya kepada ibunya.

“Yah kaka kangen ih sama mamah,” kata Galang.

“Doain y mamahnya cpt pulang.” pinta Sukarya

“Iya yah.kaka minta sma Allah suruh jagain mamah😭😭,” doa Galang

Anaknya yang baru berusia 9 tahun itu juga ngerti dengan kondisi ekonomi orang tuanya.

“Klo mau jajan nanya dlu.ayh punya duit ngga..klo saya ga punya duit dia ga mau jajan.di kamar trs. saya tanya knp ga jajan. kan ayah ga punya duit. duitnya buat beli beras aja yah😭😭😭,” kenangnya lagi.

Sukarya menceritakan, sebelumnya ia memang sudah tidak punya beras selama dua hari.

“Dia ke uwaknya minta beras, ayah kasian wak ngga masak, dikasih sama uwaknya. trus lauknya dr mana, kaka mancing yah dapet banyak buat makan kita nih😭,” kata Sukarya menirukan ucapan Galang.

Sukarya masih mengingat juga Galang itu anaknya pengertian dan gak tegaan.

“Suatu hari dia pngn jajan, uang sya sisa 5rb. dia ga jajan. dia bliin sya obat krn sya lg meriangn. sisanya dia simpen lg,” .

Kenangan-kenangan itu masih sangat membekas dibenak Sukarya, bahkan ia masih belum mau percaya anaknya telah tiada untuk selamanya. Meski kenyataan telah memaksanya.

“Hancur keluarga saya,” sesalnya membatin.

Sebelumnya, Nuraeni ibu kandung Galang mengalami persoalan kondisi kerja yang buruk ditempat kerjanya dirumah majikannya di Malaysia.
Padada majikan kesatu. Nuraeni harus kerja mengurus 3 rumah, setiap rumah tersebut dua tingkat. Akhirnya dia tidak kuat, dan meminta pindah kerja.

Lalu bekerja pada majikan kedua. Namun dimajikan ini juga kondisi kerjanya malah lebih buruk, ia harus bekerja sebagai PRT dan bekerja sebagai penjaga kedai. Selain itu jam kerjanya sangat panjang hingga jam 11 malam. Selain itu juga majikan laki-laki sering mengganggunya, ia merasa dilecehkan. Tidak kuat dengan kondisi kerja tersebut akhirnya ia kabur ke KJRI Pinang.

Diteruskan, Sukarya ingin agar istrinya yang saat ini sudah di shelter KJRI Pinang Malaysia itu dapat dipulangkan.

“Saya pngn dia bisa hadir sblm tahlilan 7 hri. tp ga tau gimana caranya,” harap Sukarya

Tinggalkan Komentar Anda