SBMI LUMAJANG PERJUANGKAN PEMULANGAN BMI HILANG KONTAK 18 TAHUN


Musnayah, buruh migran yang hilang kontak selama 18 tahun di Malaysia, akhirnya bisa pulang kembali ke kampung halamanya Desa Kalisemut Kecamatan Padang Kabupaten Lumajang Jawa Timur, pada Kamis 6/2/2020. Demikian disampaikan oleh Madiono pengurus SBMI Lumajang kemarin.

“Sekitar jam 19:00,  LP3TKI Surabaya menyerahkan Musnayah kepada keluarganya di rumah Kepala Desa, penyerahan tersebut disaksikan oleh Disnaker Provinsi dan SBMI Lumajang,” kata Madiono.

Setelah penyerahan itu, Masnayah digendong oleh adiknya Embran menuju ke rumahnya yang berjarak kurang lebih 100 meter. Peristiwa ini membuat masyarakat terharu.

Pada tanggal 27 Desember 2019 SBMI Lumajang menerima laporan bahwa buruh migran asal Desa Kalisemut Kecamatan Padang Kabupaten Lumajang Jawa Timur yang bernama Musnayah Binti Ngatiyam dalam kondisi depresi setelah dia dibuang oleh majikannya tanpa ada dokumen sama sekali. Demikian dilaporkan oleh Madiono pengurus SBMI Lumajang.

Menindaklanjuti laporan tersebut, ia menemui kepala Desa Kalisemut untuk meminta bantuan bertemu dengan keluarganya.

“Tidak lama kemudian bertemu dengan keluarganya, karena kebetulan rumahnya tidak terlalu jauh dengan rumah kepala desa,” tuturnya

Kepada kepala desa, Madiono meminta surat yang harus dipenuhi sesuai dengan permintaan KBRI Malaysia.

Menurut penuturan keluarga, selama bekerja di Malaysia, Musnayah tidak ada kabar beritanya, kurang lebih 18 tahun hilang kontak.

“Waktu meninggalkan rumah, Musnayah membawa anak lelakinya yang berumur kurang lebih 4 tahun, anaknya juga tidak diketahui keberadaannya,” kata Embran.

Update terbaru, Musnayah saat ini dirawat di salah satu rumah sakit, dan sedang diupayakan agar masuk dalam kepesertaan BPJS Kesehatan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *