CEGAH CORONA, SBMI GALANG DONASI MASKER UNTUK BMI HONG KONG


Serikat Buruh Migran Indonesia melakukan penggalangan donasi masker. Penggalangan donasi masker dilakukan sebagai bagian dari pencegahan atau menangkal penularan penyakit yang disebabkan oleh virus corona yang sedang mengganas akhir-akhir ini.

Penggalangan donasi masker dilakukan di tiga titik yaitu di Malang Jawa Timur, Wonosobo Jawa Tengah, DKI Jakarta dan Lampung.

“Kami sudah melakukan penggalangan donasi masker dan hand sanitizer sejak dua mingguan yang lalu, dan sebagian sudah dikirim ke SBMI Hong Kong,” kata Hariyanto Ketua Umum SBMI (12/2/2020).

Di Malang penggalangan donasi masker dilakukan oleh SBMI Desa Banjarejo, SBMI Desa Purworejo dan SBMI Desa Plososari.

Di Wonosobo penggalangan donasi masker dilakukan oleh SBMI Wonosobo. Menurut Maizidah Salas penggalangan donasi masker disebarkan melalui jejaring anggota SBMI Wonosobo, dan para donatur langganan.

Di Lampung pusat penggalangan donasi masker dilakukan di Desa Margototo Kecamatan Metro Kibang Lampung Timur. Menurut Sukendar aksi penggalangan ini disambut baik oleh Bupati Lampung Timur dan Camat Metro Kibang yang kemudian menjadi salah satu donatur.

Ernawan menambahkan, berdasarkan datanya sudah lebih dari 5000 masker yang terkumpul, dan 545 botol hand sanitizer ukuran 50 ml. Penggalangan ini masih berlangsung hingga batas waktu yang belum bisa ditentukan.

Dalam proses pengalangan donasi masker dan hand sanitizer, lanjut Ernawan, ada kendala dilapangan yaitu susahnya mencari dan naiknya harga kedua barang tersebut.

“Masker yang awalnya seharga Rp 22.000 per pack isi 50, sekarang harganya melambung hingga Rp 200.000 lebih, hand sanitizer yang awalnya seharga Rp 4000 sekarang sudah Rp 30.000, itupun barangnya langka,” jelas Kordinator Pemberdayaan SBMI.

Nurhalimah melaporkan, bahwa rencanya pada hari Minggu tanggal 10 Pebruari 2020 kemarin akan membagikan masker dan hand sanitizer kepada anggota di Satin, Sham Shui Po dan Mongkok. Namun karena ada keterlambatan pengiriman akhirnya ditunda.

Situasi terakhir kondisi warga Hong Kong terasa lebih mencekam akibat virus corona, terlebih setelah adanya evakuasi 30 keluarga dengan jumlah ratusan orang di Tsing Yi. Data terakhir sampai hari ini sudah 49 orang yang kena virus corona di Hong Kong.

Ada seorang buruh migran Indonesia yang dikarantina setelah majikannya dinyatakan positif terinfeksi virus corona oleh Center for Health Protection (CHP) Hong Kong.

“Kami meminta kepada pejabat pemerintah, baik legislative maupun executive untuk memberikan bantuan pengadaan masker dan hand sanitizer, karena barang-barang tersebut langka di Hong Kong, sedangkan lebih dari 160 ribu BMI yang berada di Hong Kong butuh barang2 tersebut, sebagai upaya antisipasi penyebaran virus corona,” harap Ketua SBMI Hong Kong

Pada tanggal 24 Januari 2020, Kementerian Ketenagakerjaan menerbitkan Surat Edaran Nomor B.5/51/AS.02.02/I/2020 perihal kewaspadaan penyebaran penyakit pneumonia berat yang tidak diketahui penyebabnya pada pekerja.

Surat Edaran itu ditujukan kepada Kepala Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) Provinsi dan pimpinan perusahaan se-Indonesia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *