Sab. Feb 29th, 2020

SBMI

Memperjuangkan Keadilan Bagi Buruh Migran

SBMI PONTIANAK DAN PEMPROV BAHAS BARENG PELINDUNGAN BURUH MIGRAN DI KUCHING

Kuching Malaysia menjadi salah satu tujuan buruh migran asal Pontianak. Mereka bekerja diberbagai sektor antara lain sebagai buruh di perusahaan kepala sawit, kedai dan pekerja rumah tanga, serta retail. Salah satu persoalan krusial yang dialami adalah kepemilikan administrasi kependudukan seperti Akte Lahir, KTP, KK dan Buku Nikah.

Hal ini disampaikan oleh Martin ketua SBMI Pontianak Kalimantan Barat (23/1/2020).

“Ada sekitar 130.000 buruh migran yang bekerja, bekerja pada 52 perusahaan, kebanyakan tidak memiliki buku nikah, sehingga anaknya tidak memiliki kartu identitas anak dan akte lahir,” jelas  mantan buruh migran Taiwan

Persoalan lainnya adalah minimnya tenaga medis yang bisa menjamin kesehatannya. Ketika buruh migran mengalami kecelakaan atau sakit biasa, mereka kesilitan mengakses fasilitas kesehatan.

Namun demikian, lanjutnya, beruntung disana sudah ada 62 Comunity Learning Center (CLC) yang memfasilitasi pendidikan dasar bagi anak-anak keluarga buruh migran.

“Semoga, pembahasan ini akan membawa dampak bagi pelindungan buruh migran,” pungkasnya

error

Enjoy this blog? Please spread the word :)