BADAN AMIL ZAKAT NASIONAL (BAZNAS) MEMFASILITASI KEPULANGAN KORBAN TPPO ASAL NTT

NYD (32), diduga korban TPPO yang berhasil dipulangkan ke Indonesia pada 25 November 2019 lalu berkat kerjasama alumni IVLP dan SBMI, telah sampai ke kampung halamannya di Nusa Tenggara Timur.

Setelah sekitar 2 minggu berada di rumah singgah SBMI untuk mengadukan kasusnya ke BNP2TKI dan Mabes Polri, NYD meminta untuk bisa segera dipulangkan ke kampungnya. 

Seperti yang diberitakan sebelumnya (http://sbmi.or.id/2019/11/korban-tppo-ke-arab-saudi-dipulangkan-hanya-dengan-pakaian-yang-melekat/), proses penempatan NYD diketahui terdapat banyak masalah; mulai dari pemalsuan dokumen, kekerasan fisik dari majikan (dipukul, ditampar, dipukul, ditampar, ditendang, rambutnya dipotong), jam kerja berlebih, minim waktu istirahat. Bahkan, majikannya belum membayar penuh gajinya.

NYD didampingi SBMI telah melakukan pengaduan kasusnya ke BNP2TKI pada 27 November 2019 yang lalu. Dalam pengaduan tersebut, SBMI juga memohon kepada BNP2TKI untuk memfasilitasi pemulangan korban ke kampung halamannya. Namun, hingga ditunggu sampai 2 minggu, belum ada kepastian tentang fasilitas pemulangan ini. Padahal, korban sudah menunggu cukup lama di rumah singgah SBMI dan ingin cepat pulang.

“Dari pihak SBMI sudah menindaklanjuti kasus ini, kami sudah berupaya mengadukan ke BNP2TKI, bahkan pengaduan ke kepolisian. Namun hingga sampai saat ini belum ada tindakan,” ungkap Koim, caseworkers SBMI. 

Jum’at, 6 Desember 2019, SBMI mencoba untuk mendapatkan bantuan pemulangan korban ke Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) dan langsung mendapatkan respon yang sangat cepat. Baznas bersedia untuk memfasilitasi kepulangan korban ke kampung halamannya pada keesokan harinya, 7 Desember 2019.

Terkait dengan penanganan terhadap kasus yang dialaminya, sampai saat ini SBMI masih belum mendapatkan informasi perkembangannya, baik dari BNP2TKI maupun Mabes Polri.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *