7 TAHUN BEKERJA DI ARAB SAUDI, BMI DIBAYAR CEK KOSONG

Pengurus DPW SBMI NTB Saat menerima aduan korban

PBM, Buruh Migran Perempuan asal Lombok Timur mengalami kekecewaan yang sangat besar. Bagaimana tidak? Cek senilai USD 5.547 yang diberikan majikannya ternyata tidak bisa dicairkan. Cek tersebut merupakan hasil jerih payahnya setelah bekerja selama 7 tahun.

Setelah menahan rindu sejak keberangkatannya sejak tahun 2012, dia memang merencanakan kepulangannya menjelangtahun baru 2020. Ia berharap bisa merayakan tahun baru bersama keluarganya dengan penuh suka cita. Namun, harapan ini langsung hancur seketika.

Berkali-kali cek Al Rajhi Bank tersebut dibawa ke Bank lokal, namun tetap saja tidak bisa dicairkan. Entah cek tersebut kosong atau ada permasalahan administrasi. Kecewa, malu, bingung, marah, bercampur aduk selama proses pencairan yang tidak kunjung selesai tersebut.

Akhirnya, PBM menghubungi majikannya untuk menanyakan cek tersebut. “Kalau gak bisa dicairkan dan bisa di cairkan harus berangkat lagi ke arab saudi”, lirih PBM menirukan jawaban majikannya ketika dia menanyakan hal ini.

Usman, Ketua DPW SBMI Nusa Tenggara Barat, akan mendampingi korban sampai cek bisa dicairkan. “Kami belum paham apa maksud dari majikannya. Apakah ini modus dari majikannya agar PBM kembali lagi ke Arab Saudi atau hal lain. Kami masih belum bisa menyimpulkan. Namun, kami akan berusaha agar PBM bisa mendapatkan gajinya secara penuh,” ungkapnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *