DPN SBMI MENYELENGARAKAN TOT GENDER

Training of Trainer tentang Pengorganisasian, Penanganan Kasus, dan Pemberdayaan, yang berspektif Gender yang dilaksanakan pada hari Sabtu, 16 November 2019, dinilai sangat penting untuk dilakukan.

Hal ini dikarenakan budaya patriarki (sebuah sistem sosial yang menempatkan laki-laki sebagai pemegang kekuasaan utama dan mendominasi dalam peran kepemimpinan politik, otoritas moral, hak sosial dan penguasaan properti) yang masih lekat di masyarakat Indonesia, khususnya di Daerah dan Desa basis Buruh Migran.

Gender adalah pembedaan peran, kedudukan, tanggung jawab, dan pembagian kerja antara laki-laki dan perempuan yang ditetapkan oleh masyarakat berdasarkan sifat perempuan dan laki-laki yang dianggap pantas menurut norma, adat istiadat, kepercayaan atau kebiasaan masyarakat. Gender bukan hanya masalah perempuan. Namun, laki-lakipun terlibat di dalamnya. Keadilan dan kesetaraan akan dicapai jika pemahaman gender ini dimiliki perempuan dan laki-laki.

“Gender itu bukan hanya soal laki-laki, tetapi laki-laki dan perempuan. Jika dikaitkan dengan suatu program atua kegiatan, dengan pemahaman gender, bahwa laki-laki dan perempuan mempunyai hak yang sama dalam suatu kegiatan untuk mempengaruhi kebijakan,” ujar Ade Herlina Oktaviany, pelatih dalam TOT ini.

Training gender melibatkan semua peserta yang berpartisipasi dalam TOT (Training Of Trainers) kali ini yang terdiri dari 9 DPC SBMI.

“Setelah mendapatkan tambahan pemahaman tentang gender ini, kami merasa sangat beruntung. Karena sangat membantu dalam kegiatan organisasi. Misalnya, dalam penanganan kasus. Kami bisa melakukan pembagian peran diantara anggota kami tanpa melihat laki-laki dan perempuannya, tetapi lebih kepada kompetensinya,” ucap Agung Subastian, ketua DPC Banyuwangi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *