BERGANTI NAMA, MODUS P4 UNTUK MENGELABUHI ABK KAPAL IKAN

Serikat Buruh Migran Indonesia menduga ada modus yang dilakukan oleh Perusahaan Penempatan Pelaut Perikanan (P4) untuk menghindar dari tanggung jawabnya melindungi ABK Perikanan yang telah ditempatkannya ke perusahaan kapal ikan di luar negeri. 

“Modus itu berganti nama atau perubahan nama, contohnya dari PT Trisna Sakti Perkasa menjadi PT Novarica Aghata,” jelas Hariyanto Ketua Umum SBMI (9/11/2019)

Modus seperti ini, lanjutnya, telah dilakukan oleh PT Reghi Maritim Internasional, setelah ada pemulangan ABK yang tidak digaji, dengan nilai sebesar Rp 1,2 miliar lalu namanya berganti menjadi PT RNT Utama Indonesia. 

Berdasarkan data lapangan, nama pemilik dan alamat yang digunakan untuk kantornya sama, hanya saja ada perubahan jabatan, misalnya direktur yang semula dijabat oleh suaminya lalu dijabat oleh istrinya. 

Meskipun bukan persoalan utamanya, Saat ini Serikat Buruh Migran Indonesia Cabang Tegal masih sedang menelusuri modus seperti ini. 

“Kami akan menanyakan hal ini kepada Badan Pelayanan dan Perizinan Terpadu Kota Kendal dengan menggunakan Undang Undang No 14 tahun 2008 Tentang Keterbukaan Informasi Publik ,” tegas Zaenuddin Ketua SBMI Tegal kepada jurnalis sbmi.or.id 

Sementara itu menurut Ella, mengatakan agar tidak menyebar hoax, karena yang ditahan dalam kasus 10 orang ABK Perikanan di pelabuhan Dhabu India, hanyalah kapalnya saja, bukan ABK nya. 

“Tlg jgn nyebar hoak yg tdk jls itu cmn kapal yg ditahan oleh pihak india gaji abk ttp jalan dan abk typ kmnksi dengan saya atas nama wawan dan atang, jd jgn bikin cerita yg gak jelas menamakan PT Novarica Agatha itu abk brgkt dr PT Trisna Sakti Perkasa yg dulu dI pegang pak iing, setelah Iing out, saya handle abk yg dr Trisna ke Novarica, jd jgn nyebar berita hoax ok,” jelasnya di facebook

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *