BMI SUKABUMI, MATI DI AGEN ALMAHARA ARAB SAUDI

Serikat Buruh Migran Indonesia, mengucapkan bela sungkawa yang sedalam-dalamnya atas meninggalnya salah seorang buruh migran perempuan asal Kabupaten Sukabumi di penampungan Agen Al-Mahara pada tanggal 3 Oktober 2019 kemarin.

Berita tentang meninggalnya almarhum di penampungan itu, tentu menjadi tanda tanya bagi kita semua, kenapa bisa meninggal dunia, apa penyebabnya? bukankah di pemerintah kerajaan Arab Saudi telah melindungi melalui asuransi, sejak adanya kebijakan syarikah sebagai penyalur, apakah kebijakan ini berlaku atau tidak, jika berlaku kenapa matinya di penampungan, baru setelah mati dibawa ke rumah sakit untuk di otopsi.

Atau jangan-jangan almarhumah adalah buruh migran yang ditempatkan secara tidak prosedural pada saat diberangkatkan?

Jika demikian, apakah Agen Al-Mahara menerima calon buruh migran yang tidak prosedural sehingga tidak diikutsertakan dalam program asuransi?

Jika demikian apa gunanya Keputusan Menteri Ketenagakerjaan No. 260 tentang penghentian dan pelarangan penempatan PRT di 19 negara kawasan Timur Tengah? ternyata tidak berguna.

Pengaduan dari Y, menunjukkan bahwa aturan itu diabaikan, perusahaaan-perusahaan bodong, atau perseorangan tetap bisa menempatkan PRT ke Arab Saudi. 

Buruh migran perempuan yang mati itu selain akan menadi tangisan keluarganya, harus jadi evaluasi kebijakan penempatan, termasuk kebijakan penempatan satu kanal ke Arab Saudi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *