2 NELAYAN MIGRAN MATI TERTIMPA BADAN JEMBATAN

Atas nama Serikat Buruh Migran Indonesia, Hariyanto mengucapkan turut berduka cita atas meninggalnya 4 orang awak kapal perikanan di Yilan Taiwan. 2 diantaranya berasal dari Indonesia. Peristiwa ini terjadi pada hari Selasa 1 Oktober 2019, seperti diberitakan oleh Taiwannews.com.

4 orang nelayan migran, termasuk dua orang Filipina dan dua orang Indonesia, ditemukan tewas dalam 24 jam sejak jembatan gantung runtuh di timur laut Kabupaten Yilan Taiwan pada Selasa pagi (1 Oktober 2019).

“Kami berharap perwakilan pemerintah Indonesia, sigap melayani pemenuhan hak korban dan  keluarganya,” ujar Hariyanto.

Dikabarkan, sekitar pukul 9:30 pagi hari Selasa, Jembatan Nanfang’ao di Kotapraja Su’ao Yilan tiba-tiba runtuh dan melukai lebih dari 20 orang. Ketika badan jembatan itu jatuh, kemudian menghancurkan tiga perahu nelayan di bawahnya, melukai sejumlah nelayan migran di atas kapal.

Biro Pemadam Kebakaran Kabupaten Yilan mengatakan 10 orang dikirim ke rumah sakit terdekat, termasuk 6 dengan luka serius dan 4 dengan luka ringan. 

Pencarian intensif dimulai pada hari Selasa untuk mencari nelayan yang hilang. Pada 11:18 malam jasad seorang lelaki Indonesia berusia 29 tahun yang diidentifikasi sebagai “Wartono” ditemukan di bawah jembatan yang runtuh.

Pada pukul 11:34, mayat seorang pria Filipina berusia 44 tahun, bernama Serencio Andree Abregana, ditemukan di dekatnya.

Pada Rabu pagi, sekitar pukul 1.31 dini hari, 1 mayat pria Indonesia berusia 32 tahun yang diidentifikasi sebagai “Ersona”. 

4 pekerja migran lainnya ditemukan pada pukul 8:45 pagi pada hari Rabu pagi. Almarhum diidentifikasi sebagai Impang Filipina George Jagmis.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *