TERENDUS, TIGA ORANG WARGA JAKARTA KORBAN PENGANTIN PESANAN

Dua orang warga Jakarta, diduga menjadi korban perdagangan orang dengan modus pengantin pesanan pria asal China. Hal itu disampaikan oleh Salsa Nofelia aktivis Serikat Buruh Migran Indonesia di kantornya Jalan Pengadegan Utara I No. 1A Pancoran Jakarta Selatan.

“kedua orang tersebut berinisial DA asal Kelurahan Duri Kosambi Cengkareng Jakarta Barat dan RWD asal Wijaya Kusuma Grogol Petamburan Jakarta Barat, sementara satunya lagi masih dalam proses penelusuran” jelasnya

Diteruskan, keduanya terendus setelah mengadukan ke nomor layanan yang disediakan oleh Serikat Buruh Migran Indonesia yang terpampang dalam group facebook bernama pusat pengaduan perdagangan orang bermodus pengantin pesanan.

Berdasarkan pengakuan, sejak Maret 2019, RWD direkrut oleh makcomlang yang merupakan temannya sendiri. Ia dijanjikan hidup enak jika menikah dengan warga China. Selain itu setiap bulannya bisa mengirimkan uang sebesar Rp 3 juta.

Dari comlang itu, ia dibawa ke kantor agen perkawinan yang beralamat di Jembatan Besi Tambora Jakarta Barat. Dikantor ini ia menyerahkan beberapa dokumen antara lain KTP, KK dan Ijazah untuk mengurus surat keterangan menikah, paspor dan pengajuan visa.

“Setelah penerbitan Surat Keterangan dari Dukcapil, diketahui ada pemalsuan, yaitu alamat dan agama, dari alamat Jakarta menjadi Bekasi dan Agama Islam menjadi Budha.” uangkapnya

Lebih lanjut Salsa menjelaskan bahwa saat korban sudah 6 bulan lebih tinggal di daerah Kunshan Shi, Suzhou Shi Jiangsu Sheng China.

Serikat Buruh Migran Indonesia akan melaporkan hal ini kepada beberapa kantor pemerintah, Walikota Jakarta Barat, Gubernur DKI Jakarta, Kependudukan dan Catatan Sipil Kementerian Dalam Negeri, Unit TPPO Bareksrim Mabes Polri, Asisten Deputi Tindak Pidana Perdagangan Orang Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak dan Direktorat PWNI dan BHI Kementerian Luar Negeri.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *