SBMI BANYUWANGI IKUTI WORKSHOP ANTI HOAX

Anggota SBMI Banyuwangi antusias ikuti peningkatan kapasitas dalam kegiatan” Workshop Hoax Busting and Digital Hygiene” yang dikemas dalam Google News Initiative Network.

Kegiatan diselenggarakan oleh Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Jember pada Jumat, (20/19/2019) di kampus Universitas 17 agustus 1945.

Menurut Agung kegiatan ini dilatar belakangi oleh maraknya informasi palsu. 

“Informasi bohong sering merugikan masyarakat termasuk organisasi buruh salah satunya SBMI yang jadi target kiriman dan pemberitaan negatif seperti menyebar fitnah dan kebencian,”. Jelas ketua SBMI Banyuwangi.

Menurut Melly Antina, SBMI sering menggunakan media dalam kerja-kerja advokasinya seperti publikasi, penelitian hingga kampanye publik. Cara ini cukup efektif dalam proses meningkatkan pemahaman publik yang lebih mendalam terhadap fakta sebenarnya dan proses kebijakan yang berlaku, melakukan komunikasi dengan jelas, serta bekerja sama dengan baik.

“Kadangkala pengguna internet Indonesia sendiri bisa di bilang masih “buta” dalam hal membedakan berita hoax dan berita benar, banyak yang hanya share sebuah berita viral tanpa memperhatikan kebenaran berita tersebut sehingga sekarang berita hoax makin mudah menyebar dan viral di sosial media dan internet”. Ungkap sekretaris SBMI Banyuwangi yang ikut serta dalam workshop tersebut.(20/09/2019

Diteruskan, dalam kegiatan ini peserta diajari bagaimana cara untuk mendeteksi dan verifikasi isu hoax yang marak tersebar di dunia maya. selain itu juga dikenalkan alat-alat yang bisa diakses guna mendeteksi tulisan tulisan, foto, dan video yang diduga berita atau informasi hoax.

Mari, mulai sekarang, jangan mudah terjebak dan publikasi berita hoax!.

Hadir juga dalam workshop ini akademisi, mahasiswa dan pegiat pegiat media Banyuwangi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *