SBMI APRESIASI KEMLU DALAM PERLINDUNGAN KORBAN PENGANTIN PESANAN

Hariyanto ketua umum Serikat Buruh Migran Indonesia mengapresiasi kerja-kerja perlindungan warga Negara Indonesia yang dilakukan oleh Kementerian Luar Negeri, dalam hal ini pemulangan 14 korban perdagangan orang bermodus pengantin pesanan pada 2 September 2019.

“Kami sangat mengapresiasi, karena Ibu Retno sangat respon terhadap perlindungan perempuan yang menjadi korban perdagangan orang bermodus pengantin pesanan”, jelasnya

Hariyanto menejelaskan respon itu tidak hanya disampaikan melalui statemen saja, tetapi tindakan nyata.

“Begitu mendapatkan data-data dan kerentenan pada korban, beliau langsung memutuskan untuk berangkat ke Kalimantan Barat untuk membagi peran perlindungan, apa yang bisa dilakukan Kementerian Luar Negeri dan apa yang bisa dilakukan oleh Pemerintah Daerah serta Aparat Penegak Hukum, dalam hal ini kepolisian, kejaksaan dan hakim,” tambahnya

Selain itu tambahnya, Kementerian Luar Negeri juga melakukan pendekatan diplomasi dengan pemerintah negara China.

Hariyanto berharap, kerja nyata perlindungan yang dilakukan oleh Menteri Luar Negeri, dapat diteladani oleh instansi pemerintah lainnya, terutama pemerintah provinsi dan kabupaten di Kalimantan Barat.

Sementara itu menurut Iswandi Ketua SBMI Kalimantan Barat, pihaknya terus mendorong upaya perlidnungan di tingkat provinsi dan kabupaten, dalam bentuk penegakkan hukum dan pencegahan.

Hal yang sama disampaikan oleh Mahadir ketua SBMI Mempawah, upaya pencegahan perdagangan orang melalui modus pengantin pesanan, sangat efektif melibatkan para tokoh suku di Kalimantan Barat. 

Selain itu ia juga sangat mengapresiasi Pak Ivan salah seorang anggota Polri yang sangat respon terhadap pengaduan para korban, meskipun melalui jalur tidak resmi yaitu melalui media sosial.

“Saya berharap anggota kepolisian seperti beliau mendapat penghargaan dari pemerintah,” pungkasnya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *