BURUH MIGRAN MENINGGAL DI QATAR KARENA KARDIORESPIRASI

Hari Jahari Bin Pudin Ahmad (41), seorang bekerja Migran Indonesia (BMI) asal Indramayu meninggal dunia di Qatar, akibat sakit Kardiorespirasi pada 1 September 2019.
Kardiorespirasi adalah kesanggupan sistem jantung, paru dan pembuluh darah untuk berfungsi secara optimal pada keadaan istirahat dan kerja dalam mengambil oksigen dan menyalurkannya ke jaringan yang aktif sehingga dapat digunakan pada proses metabolisme tubuh.

Jenazah dipulangkan oleh ambulan BNP2TKI dari Bandara Soekarno. Tiba pada pukul 3.30 sore.

Aliyah, ibu kandung almarhum terlihat shok saat jenazahnya tiba di rumahnya di Blok Pagedangan Baru, RT. 007, RW. 001 Desa Pagedangan, Kecamatan Tukdana, Indramayu (13/9/2019).

Kedatangan turut disambut Kepada Desa Pagedangan, Disnaker Indramayu, BP3TKI Bandung, Koramil dan pengurus SBMI Indramayu.

“Jenazah kemudian langsung dikebumikan di Tempat Pemakaman Umum Desa Pagedangan.

Sehari sebelumnya almarhum mengabari istrinya yang bekerja di Taiwan, jika batuknya keluar darah.

Jajuli mewakili keluarga mengucapkan terima kasih kepada pihak-pihak yang sudah membatu proses pemulangan.

Dia mengucapkan terima kasih kepada Kementerian Luar Negeri, KBRI Qatar, BNP2TKI, dan SBMI Indramayu yang sudah membatu proses pemulangan.

Juwarih berpendapat, kesehatan buruh migran diperiksa sebelum berangkat, bahkan menjadi persyaratan. Setelah dinyatakan sehat oleh lembaga pemeriksa kesehatan, baru  bisa melanjutkan proses berikutnya. Menjadi  tanda tanya ketika sesampai disana, buruh migran mengalami sakit parah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *