Hingga Akhir Hidupnya, 3 Tahun Gaji Yuliana Ledoh Belum Diterima

Yuliana Ledoh perempuan kelahiran Desa honuk, 1974 asal Nusa Tenggara Timur pada Desember tahun 2013 Yuliana Ledoh di rekrut oleh Yen Mamun dan Bela, keduanya merupakan petugas lapangan dari Desa Bimoku.

Yuliana Ledoh bekerja di Malaysia dari 2013-2018, pemberangkatan Yuliana Ledoh tidak melalui prosedur ( tidak melalui PT resmi ) namun melalui perekrut pekerja lapangan yaitu Yen Mamun dan Bela.

Pemberangkatan pertama kali dimulai dari Yuliana Ledoh ditampung di rumah ibu Maria asal Sumba dan penampungan tersebut hanya 1 ( satu ) malam. Pada saat itu ibu Maria memberi uang sebesar Rp. 6.000.000 ( Eman Juta Rupiah ) kepada pihak perekrut yaitu Bela kemudian Bela memberi Rp. 2.000.000 ( Dua Juta Rupiah) kepada Yuliana Ledoh dan selebihnya untuk Bela sendiri. Uang Rp.2.000.000 (Dua Juta Rupiah) Yuliana Ledoh gunakan Rp.1000.000 ( Satu Juta Rupiah) untuk anaknya dan sebagian untuk keperluan yang ia butuhkan ke Malaysia.

Setelah penampungan 1 ( satu) malam di tempat ibu Maria kemudia ibu Maria mengirim/memberangkatkan Yuliana Ledoh ke Batam yang setibanya di Batam Yuliana Ledoh di jemput oleh pak Anggry. Di Batam, Yuliana Ledoh hanya ditampung selama 1 (satu) malam dan di beri paspor oleh pak anggry tersebut. Keesokan harinya diantar ke palabuhan oleh pak anggry yang kemudian Yuliana Ledoh menaiki kapal motor menuju Johor Baru.

Sesampainya di Johor Baru, Yuliana Ledoh di jemput seorang laki-laki yang tidak diketahui namanya dan laki-laki tersebut mengantar Yuliana Ledoh ke dalam bis menuju ke Ipoh dan sampai di Ipoh sekitar jam 4 pagi. Seturun di bis Yuliana Ledoh di jemput lagi oleh Agency yang bernama Benny Lau. Agency tersebut merupakan warga Indonesia yang mempunyai 2 (dua) nama yaitu di Indonesia bernama Budi Benny dan di Malaysia Benny Lau.

Setiba di rumah agency ( Benny Lau) sekitar jam 7 (tujuh) pagi kemudian Yuliana Ledoh langsung diambil majikan ( Achiong dan anaknya bernama kothae) dengan alamat Langkap Malaysia. Selama bekerja Yuliana Ledoh selalu mendapat perlakuan baik oleh pihak majikan, Yuliana Ledoh sudah bekerja selama 3 (tiga) tahun, namun setelah itu karna Yuliana Ledoh merupakan seorang single parent dan mempunyai tanggungan terhadap 5 anaknya, Yuliana Ledoh pun minta dipulangkan ke Indonesia. Setelah itu majikannya mengantar Yuliana Ledoh ke pihak agency dan memberikan upah/gaji Yuliana Ledoh selama bekerja.

Namun, Pihak agency ( Benny Lau ) meminta uang tersebut dengan alasan uang akan disimpan terlebih dahulu, barang-barang berharga milik Yuliana Ledoh pun diminta paksa oleh pihak agency dan anak buahnya, agency pun (Benny Lau) mengatakan bahwa Yuliana Ledoh tidak boleh pulang dan harus bekerja lagi baru saat itu Yuliana Ledoh baru bisa pulang ke Indonesia.

Setelah itu Yuliana Ledoh kembali bekerja dengan majikan yang berbeda yaitu dato Ruki dan istrinya Sarah yang beralamat di town planning co-ordinator. Selama bekerja di majikan yang ke dua Yuliana Ledoh juga mendapat perlakuan yang baik. Namun mengingat permitnya Yuliana Ledoh yang sudah mau habis, Yuliana Ledoh dipulangkan oleh majikan yang ke dua dan Yuliana Ledoh sudah bekerja selama 1 tahun 7 bulan.

Sebelum di pulangkan ke Indonesia, Yuliana Ledoh minta diantar ke agency (Benny Lau) dengan tujuan untuk meminta uang kerja nya selama 3 tahun yang agency (Benny Lau) simpan . Akan tetapi pihak agency meminta Yuliana Ledoh untuk pulang ke Indonesia terlebih dahulu dengan alasan akan menransfer uang tersebut melalui rekening setibanya Yuliana Ledoh dirumah.

Pada tanggal 22 Juli 2018 Yuliana Ledoh tiba di Kupang dengan hanya membawa uang hasil kerja (gaji) pada majikan ke dua selama 1 tahun 7 bulan. Pada tanggal 23 Juli 2018 Yuliana Ledoh berusaha menghubungi Benny Lau dan telepon masih aktiv namun tidak ada respon sama sekali. Keesokan hari nya 24 Juli 2018 Yuliana Ledoh berusaha menghubungi Benny Lau kembali namun tidak bisa dihubungi sampai saat ini dan uang Yuliana Ledoh selama bekerja 3 tahun di majikan pertama tidak dikembalikan, “Yuliana Ledoh pun telah meninggal pada 11 April 2019 lalu karna sakit batuk batuk serta terlalu banyak pikiran , selain dia singgle parent dia juga mempunyai tanggungan 5 anak dan gaji selama 3 tahun yang belum ada hasilnya” kata Maria SBMI Nusa tenggara timur.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *