PERDAGANGAN ORANG MELALUI KAWIN KONTRAK, SEDANG MEREBAK

Pada bulan April 2018, Mar yang beralamat di Subang didatangi oleh Tjhia Djiu alis Vivi alias Cece menawarkan untuk nikah kontrak dengan warga negara China. 

“Dengan nikah kontrak, ekonomi bisa berubah hidup lebih terjamin, perbulan keluarga yang di kampung bisa dapat duit Rp 4-6 juta, jika sampai punya anak maka akan diberikan rumah dan mobil, pokoknya hidup akan terjamin” Tawaran Cece.

Tawaran menggiurkan ini membuat Mar yang sedang kesulitan ekonomi tak berdaya menolaknya. Keesokan harinya, Mar dan 3 perempuan muda lainnya langsung dijemput dan kemudian dibawa ke Apartement  Grand Hill Kelapa Gading.

Untuk memuluskan bisnisnya, Cece memalsukan dokumen-dokumen seperti KTP, Paspor dan Surat Cerai dan lainnya. Dia juga memperkenalkan dengan para laki-laki berkebangsaan Tionghoa yang telah memesannya, serta melarang perempuan-perempuan itu untuk keluar apartemen, ijin untuk menengok anak yang sedang sakitpun ditolaknya.

Tanggal 08 Juni 2018, Mar diberangkatkan ke China bersama Liu Guo Qi, calon suaminya. Setelah sampai China Mar langsung dibawa ke rumah Liu Guo Qi. Sekitar satu bulan Mar dipaksa untuk melakukan hubungan intim, tetapi Mar menolak karena merasa belum menikah secara sah.

Pada saat Mar berontak, Liu Guo Qi mengancam dengan meletakkan pisau di bawah bantal, setelah itu dia tidak pernah tidur di kamar karena takut mengetahui ada pisau di bawah bantal. Mar pernah pernah dibentak-bentak dan dipukul hingga pahanya memar. Selama 24 keluarga Liu Guo Qi selalu mengawasi gerak-gerik Mar, termasuk ke kamar mandi sekalipun.

Merasa tidak nyaman, hampir setiap hari Mar bertengkar dengan Liu Guo Qi. Mar pernah diminta untuk memperpanjang visa, jika tidak mau maka tidak akan dikasih makan.

Selama di tempat Liu Guo Qi, Mar membeli sendiri makanannya dengan meminjam uang dari seorang teman yang bekerja sebagai PRT di China.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *