SBMI JEDDAH: IMBAU JANGAN BISNISKAN PEMAKAMAN JENAZAH BURUH MIGRAN

SBMI Jeddah membantu proses pemakaman jenazah salah seorang buruh migran bernama Nikmiyarah Binti Salam. Almarhumah dikebumikan dipemakaman umum Kilometer 3 Jeddah pada 7 Mei 2018.

Menurut laporan dari Roland Kamal, bantuan proses pemakaman itu merupakan tindak lanjut dari pengaduan melalui whatsapp bahwa di penampungan kilometer 2 Jeddah ada buruh migran yang meninggal dunia.

Berdasarkan temuan dilapangan, Almarhumah meninggal karena usianya yang sudah uzur. Ia adalah buruh migran yang sudah bekerja di Jeddah selama 22 tahun. Ia berasal dari Dusun Karang Barat Desa Banyuates Kecamatan Banyuates Kabupaten Sampang Madura Jawa Timur.

“Keluarga almarhumah meminta bantuan agar jenazah almarhumah dimakamkan di Jeddah, Samsuddin Satgas SBMI Jeddah turut memakamkam sampai liang lahat,” paparnya. 

Suib Darwanto menambahkan keluarga tidak menuntut pemulangan jenazah almarhumah karena statusnya sudah over stayer dan proses penempatannya tidak prosedur. Karena itu keluarga merelakan jenazah dimakamkan di Jeddah.

“Kami langsung koordinasi dengan Konsulat Jenderal Republik Indonesia Jeddah untuk minta bantuan mengurus adiministarsi dari kepolisian dan rumah sakit,” kata ketua SBMI Jeddah (7/5/2018). 

Diteruskan, tidak lama kemudian KJRI Jeddah menugaskan Kurniawan dan Zaenullah untuk mengurus syarat-syarat administrasi yang diperlukan, sehingga dapat diselesaikan dengan baik dan tidak dipungut biaya.

“Salah satu yang membuat kami tergerak untuk membantu pemakaman keluhan buruh migran adanya semacam bisnis jasa pemakaman, keluarganya dikenakan biaya hingga 2000 riyal atau setara dengan 7,5 juta rupiah,” tegasnya.

Oleh karena itu, ia seaku ketua SBMI Jeddah mengimbau kepada masyarakat Indonesia yang ada di Arab Saudi agar hal-hal yang sifatnya kemanusian seperti ini, tidak dijadikan sebagai bisnis.

One thought on “SBMI JEDDAH: IMBAU JANGAN BISNISKAN PEMAKAMAN JENAZAH BURUH MIGRAN

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *