SBMI JEDDAH BERHASIL PULANGKAN KHADIJAH YANG SAKIT KE NUSA TENGGARA BARAT

SBMI Jeddah berhasil memulangkan Khadijah buruh migran asal Nusa Tenggara Barat pada 3 Mei 2018 lalu, setelah sebelumnya melakukan negosiasi dengan pemberi kerja untuk perawatan. Demikian disampaikan oleh Rolan Kamal Divisi Komunikasi dan Informasi SBMI Jeddah. 

Menurut Roland Kamal, Khadijah mengalami stroke yang menyebabkan sebgaian anggota tubuhnya tidak berfungsi. “SBMI Jeddah menuntut untuk perawatan kepada majikannya, alhamdulilah majikannya kooperatif mau membiayai perawatan bahkan biaya pemulangannya,” tutur Roland (5/5/2018).

Diteruskan, mengurus hak-hak buruh migran seperti Khadijah itu sangat riskan karena diberangkatkan tidak sesuai prosedur, karena jika tidak cerdas dalam penanganannya bisa jadi prosesnya melalui tarhil, dan resikonya jadi lebih rumit, sementara Khadijah sendiri dalam kondisi sakit.

“Alhamdulilahnya, berkat penanganan yang dilakukan oleh Divisi Advokasi dan Bantuan Hukum SBMI Jeddah, dan layanan yang baik dari KJRI Jeddah akhirnya terlaksana dengan baik, bahkan menerbitkan surat tugas untuk mendampinginya” jelasnya.

Lebih lanjut, Roland menjelaskan pemulangan Khadijah didampingi oleh Basyuni yang punya banyak waktu untuk mendampingi pemulangan dari Jeddah ke Praya transit di Jakarta dengan pesawat Garuda. Di Bandara Praya Nusa Tenggara Barat, kedatangan Khadijah dan Basyuni disambut oleh keluarga Khadijah yang datang bersama Rani Soraya pengurus SBMI Mataram dan Dinas Sosial Provinsi Nusa Tenggara Barat.

Sementara itu menurut Hariyanto, upaya perlindungan buruh migran itu adalah kewajiban dari pemerintah, namun terkadang keterbatasan sumber daya manusia yang terbatas, tidak semua kasus bisa ditangani pemerintah. Dalam konteks itu peran serikat buruh migran bertindak untuk perlindungan hak buruh migran. Apa yang dilakukan oleh SBMI Jeddah mulai dari negosiasi perawatan, biaya perawatan, hingga biaya pemulangan Khadijah dan tiket pulang pergi pengurus SBMI Jeddah yang mendampingi, ternyata mampu dilakukan dengan baik. Ia juga menilai baik koordinasinya dengan pengurus SBMI Mataram.  Selain itu koordinasi SBMI Mataram dengan Dinas Sosial Provinsi Nusa Tenggara Barat juga baik, sehingga Khadijah bisa dirawat lanjutan untuk pemulihan kesehatannya.

“Ini adalah prestasi, dan patut dikembangkan demi terwujudnya perlindungan buruh migran yang lebih luas, PR nya setelah ini adalah melaporkan siapa yang memberangkatkannya tidak sesuai prosedur,” tegas ketua umum Serikat Buruh Migran Indonesia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *