ILO & UN WOMEN SELENGGARAKAN KONSULTASI MIGRASI AMAN DAN ADIL

Internasional Labor Organisastion dan UN Women menyelenggarakan pertemuan konsultasi nasional membahas migrasi yang aman dan adil (Safe and Fair).

Menurut Michiko Miyamoto, secara umum Safe and Fair bertujuan untuk mewujudkan  migrasi aman & adil bagi buruh migran perempuan di kawasan ASEAN.

“Aman dari perdagangan orang dan adil gender” jelas Direktur ILO untuk Indonesia dan Timur Leste (24/5/2018).

Dengan projek Safe and Fair, lanjutnya, buruh migran perempuan yang rentan dari berbagai kekerasan lebih terlindungi karena kerangka kebijakan migrasi berprespektif gender,  layanan yang terkoordinasi dan berkualitas, serta pengetahuan hak, pengetahuan, pendataan dapat ditingkatkan.

Dieruskan, Indonesia sudah menerbitkan Undang Undang 18 tahun 2017 tentang Pelindungan Pekerja Migran Indonesia. Aturan baru ini memiliki potensi yang baik bagi buruh migran, seperti pasal 30 tidak dibebani biaya, adanya Layanan Terpadu Satu Atap, Pelatihan dibiayai oleh pemerintah dan penguatan Atase Ketenagakerjaan.  Mesipun demikian aturan ini belum memiliki aturan pelaksananya.

“Bila sudah ada aturan pelaksananya, maka akan mendatangkan kondisi yang baik bagi buruh migran,” jelasnya. 

ILO dan UN Women akan berupaya membuat komite yang akan menyelenggarakan pertemuan tahunan untuk mereview apa saja kemajuannya dan membuat panduan-panduan,dengan melibatkan jaringan.

Kegiatan ini dilaksanakan selama dua hari dari tanggal 24-25 Mei 2018 di Hotel Crowne Jalan Jenderal Gatot Subroto Jakarta Selatan, diikuti oleh 40 peserta dari instansi pemerintah, organisasi masyarakat sipil dan asosiasi pengusaha.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *