WASPADA, ADA OKNUM CALO MENGAKU-NGAKU PENGURUS SBMI DI PONOROGO

Pada tanggal 9 April 2018, Muhammad Koim mendapatkan laporan dari Serikat Buruh Migran Indonesia Taiwan (SBMI Taiwan), agar membantu menghubungi keluarga NS yang telah meninggal dunia. Menindklanjuti pengaduan tersebut ia mencari tahu data-data almarhum dan keluarganya. Setelah mendapatkan data tersebut ia menghubungi Ani pengurus SBMI Ponorogo.  Dari data tersebut diketahui bahwa Almarhumah NS adalah salah seorang warga Desa Pulung Merdiko Kecamatan Pulung Kabupaten Ponorogo.

Pada pagi tanggal 10 April 2018, Ani melaporkan temuannya bahwa malam tanggal 9 April 2018 itu ada 5 orang yang mengaku-ngaku pengurus SBMI Ponorogo mendatangi keluarga almarhumah. Kedatangan 5 orang itu berujuan membujuk keluarga NS untuk membuat surat pernyataan menyetujui almarhum dikremasi di Taiwan.  Selain mendatangi keluarga amarhumah, 5 orang itu juga mendapangi Kepala Desa Pulung Merdiko dengan maksud dan tujuan yang sama.

Mendapatkan laporan tersebut, Muhammad Koim langsung menghubungi Selamet Suryani Kepala Desa Pulung Merdiko.

“Apakah benar lima orang itu pengurus pusat SBMI,” tanya Selamet (12/4/2018).

Muhammad Koim menjelaskan pengurus SBMI memiliki kartu keanggotaan.

“Jika tidak bisa menunjukkan maka ngaku-ngaku saja,” jelas Muhammad Koim sembari mengirimkan contoh kartu tanda anggota yang dimilikinya melalui whatsapp.

Lebih lanjut Selamet meminta bantuan kepada Koim bagaimana caranya mengurus pengajuan pemulangan warganya yang meninggal di luar negeri. Sebelumnya pihak keluarga almarhum telah meminta bantuan kepada pemerintah desa.

Setelah dijelaskan, pagi harinya kepala desa membuat surat ditujukan kepada Kementerian Luar Negeri dengan tembusan pihak pemerintah terkait. Kepala desa juga mengirimkan tembusan itu kepada Muhammad Koim.  Selain itu kepala desa juga menemukan informasi dari Kamtibmas bahwa 5 orang itu adalah para sponsor.

Update terbaru dari Junita Gultom ketua SBMI Taiwan, saat ini jenazah masih dalam penyelidikan polisi. Selain itu pihak KDEI Taiwan juga aktif mengawal kasus ini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *