SISTEM SYARIKAH MENGAKIBATKAN NINGSIH MENJADI KORBAN TRAFFICKING

ningsih vcallPukul 01.25 WIB atau sekitar pukul 21.25 waktu Riyadh Arab Saudi, di penampungan Syarikah Arco, Ningsih (44) buruh migran asal Kabupaten Sukabumi mengeluh dengan kondisi kerjanya yang sangat buruk. Baru sepuluh bulan bekerja, ia sudah 7 kali pindah majikan. 2 dari 7 majikan tersebut memperlakukannya seperti budak pemuas napsu.

Tangisannya menunjukkan situasi batin yang sangat tertekan, berkali-kali ia menyampaikan tidak mau bekerja lagi karena takut, ia merasa harga dirinya direndahkan. Ia hanya ingin bekerja mencari duit yang halal. Ia tidak ingin punya uang banyak milyaran tetapi diperoleh dengan cara yang tidak halal. Ia tidak terima dengan perlakuan majikannya itu. Ia ingin pemerintah berbuat sesuatu untuk melindunginya. 

“Pak tolong saya, saya trauma kerja disini, saya tidak terima,” pintanya kepada pengurus SBMI (19/10/2017.

Diterangkan, sebelumnya ia pernah bekerja selama lebih dari tiga tahun di Suriah, meskipun bekerja sebagai PRT, ia merasa nyaman saja, merasa terhormat karena tidak ada perlakuan yang merendahkannya. Namun baru 10 bulan bekerja di Arab Saudi, ia merasa tidak tahan seperti di neraka.

Buruh migran yang ditempatkan oleh PT Bahana Timur Megah ini juga mengeluhkan layanan Syarikah Agen Arco. Alih-alih melindungi justeru malah menuduhnya melakukan hubungan perzinahan, mau sama mau.

Bobi menduga Ningsih ditempatkan tidak prosedur karena tidak terdata dalam Sistem Komputerisasi Tenaga Kerja Luar Negeri yang dikelola oleh BNP2TKI.

“Malam ini juga, kami dari Dewan Pimpinan Nasional Serikat Buruh Migran Indonesia, langsung melayangkan surat kepada KBRI Riyadh Arab Saudi agar bertindak untuk melindungi hak dan kepentingan Ningsih,” tegas Sekjen SBMI.

Selain itu ia berkoordinasi dengan SBMI Arab Saudi dan SBMI Sukabumi untuk melaporkan dugaan tindak pidana perdagangan orang ini kepada instansi terkait. 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *