DARI KASUS LATIPAH DITEMUKAN KELEMAHAN SISKOTKLN BNP2TKI

latipah dokBerdasarkan pengalaman penanganan kasus atas nama Latipah Bt Bt Muksin Sarji (41), salah seorang buruh migran yang dinyatakan unfit namun tetap diproses untuk diberngkatkan ke Malaysia. Pengalaman tersebut menemukan bahwa pendataan Sistim Komputerisasi Tenaga Kerja Luar Negeri (SISKOTKLN) yang dikelola oleh Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan TKI (BNP2TKI), masih memiliki kelemahan.

Kelamahan sistem tersebut diantaranya hanya mendata nama lembaga medical chekup, tanggal medical chekup dan nomor sertifikat kesehatan. Tidak ada hasil tes kesehatan, dengan demikian mudah dibohongi oleh yang melakukan input data, asal memasukkan nomor sertifikat kesehatannya dianggap hasil tes kesehatannya adalah fit. Padahal belum tentu sertifikat kesehatan itu menyatakan fit semua, ada juga yang unfit.

“Jika sudah ada input data, artinya calon buruh migran bisa diproses lebih lanjut” jelas Robidin menirukan ucapan petugas BNP2TKI (22/10/2017).

Atas dasar tersebut, pihak team advokasi SBMI menghubungi Rosela Indah Medical Center lembaga medical chek up yang memeriksa kesehatan Latipah.

Awalnya tidak mau memberikan keterangan dengan dalih dokumen sertifikat sudah diserahkan kepada PT Intan Ayu Lestari, namun akhirnya mau memberikan keterangan bahwa hasil tes kesehatannya adalah unfit. Keterangan tersebut membenarkan informasi sebelumnya yang diterima oleh Surono suami Latipah.

Robidin juga menyayangkan kenapa kenapa nomor sertifikat yang ada dalam SISKOTKLN tidak disertai salinannya, sehingga bisa langsung diketahui hasil tes kesahatannya.

Berdasarkan data Latipah dari SISKOTKLN diketahui bahwa, proses input dilakukan pada pukul 03:10:24 tanggal 10 Oktober 2017 oleh Citra_Indramy (Dinas Tenaga Kerja Kab. Indramayu).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *