KBRI RIYADH, SAMBUT BAIK ORGANISASI BURUH MIGRAN

milad sbmi arab11Pada perayaan milad SBMI Arab Saudi, Wakil Duta Besar RI di Riyadh menyampaikan apresiasi terhadap kegiatan yang dilakukan oleh SBMI. KBRI dari awal menyambut baik bentuk kepedulian yang dilakukan oleh organisasi masyarakat yang memberikan kepedulaian dan perhatian kepada buruh migran Indonesia dari semua elemen masyarakat.

“KBRI Riyadh sudah melakukan engagemen dengan organisasi masyarakat sipil secara erat. Ia menyampaikan bahwa tugas pokoknya adalah memberikan perlindungan kepada seluruh warga negera Indonesia, baik muslimin yang melakukan ibadah haji, mahasiswa yang belajar,” papar Sunarko (24/2/2017).

Dalam hal ketenagakerjaan, ia menjelaskan bahwa Arab Saudi adalah salah satu negara tujuan penempatan dengan jumlah buruh migran terbanyak kedua setelah Malaysia. Kehadiran dari organisasi yang bergerak dalam perlindungan buruh migran sangat membantu, baik dari kasus ringan hingga kasus-kasus berat yang juga menjadi konsen pemerintah. 

“Bagaimanapun juga jangkauan (reach out) pemerintah untuk menjaga warga terbatas, terutama di selatan, utara, timur dan perbatasan-perbatasan, melalui aktivitas-aktivitas yang dilakukan sangat membantu perwakilan,” paparnya.

 

Ditambahkan, peringatan milad pertama ini bertepatan dengan rencana kunjungan Arab Saudi ke Indonesia, tentu saja ini adalah perkembangan baik, karena selama 47 tahun baru kali ini kunjungan tersebut baru terjadi lagi. Moment ini diharapkan memperbaiki hubungan kedua negara, dan layanan KBRI yang sudah direncanakan baik aspek perlindungan, pendidikan maupun ibadah haji. 

Ia juga mengapresiasi  munculnya organisasi yang peduli terhadap warga negara Indonesia, tentu saja harus sesuai dengan unit atau area kegiatannya masing-masing,  tentu saja ada koridor ada ketentuan yang berlaku di luar negeri, dimana aspek legalitas dan asprk hukum menjadi penting. Ia berharap agar bisa membantu mulai dari lingkup diri sendiri baru kemudian peningkatan kapasitas lainnya. 

Selain itu beliau juga menghimbau agar solidaritas sesama warga negara Indonesia tumbuh dan berkembang, sehingga menjadi penyambung, diseminator hal-hal yang terjadi kepada pemerintah.

“Dengan adanya pelarangan penempatan ke Arab Saudi, jumlah buruh migran berkurang, tetapi tidak serta merta persoalan berkurang,” jelasnya lagi.

Beberapa yang menjadi masalah, antara lain, belum memahami hak-hak, seperti hak gaji dan lainnya, ada yang mengalami gajinya tidak dibayar hingga 15 tahun. Kemudian dokumen-dokumen yang harus dimiliki, kami ingin memastikan agar semua terpenuhi. Upaya KBRI tahun 2016 sudah memperjuangkan hak buruh migran hingga 30 miliar. Jumlah  buruh migran yang di shelter juga menurun, dari yang awalnya 130an sekarang sudah turun menjadi 90an.

Sunarko menyarankan agar buruh migran Indonesia taat hukum dengan aturan yang berlaku di Arab Saudi.  berharap agar tetap langgeng, dengan spirit kepedulian sesuai dengan kewenangan yang ada. Diakhir penyampaiannya ia mengucapkan selamat terhadap milad SBMI Arab Saudi semoga senantiasa terus berkembang dan berkontribusi berkiprah secara positif dalam perlindungan warga negara Indonesia, termasuk diseminasi informasi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *