KOMNAS PEREMPUAN, FASILITASI TRAINING PENYEMBUHAN DIRI (2)

AlvieMENGENAL TRAUMA

Trauma menurut bahasa adalah benturan. Sementara menurut istilah adalah pengalaman yang sangat menyakitkan atau mengecewakan, yang melebihi situasi stres yang dialami manusia sehari-hari dalam kondisi wajar.

Dalam kehidupan sehari-hari, mengalami peristiwa yang tidak mengenakkan atau mengecewakan adalah hal biasa, malah mungkin cukup sering terjadi. Tapi rasa kecewa, terpukul, atau rasa takut bakal terulang lagi yang kita alami akibat peristiwa itu biasanya akan hilang atau berkurang dengan sendirinya seiring waktu.
    
Namun, tidak demikian dengan trauma. Seseorang disebut mengalami trauma bila ia menunjukkan sejumlah gejala, baik fisik maupun psikologis, yang terus berlangsung meskipun peristiwa traumatis itu sudah lama berlalu.

Menurut Alvie, pegiat buruh migran berpotensi mengalami trauma akibat dari banyaknya pengaduan dan penanganan kasusnya.

“Trauma ini disebut dengan Trauma Sekuder, kondisi dimana seseorang mengalami trauma yang ditimbulkan dari cerita orang yang mengalami trauma,” jelasnya pada saat menjadi fasilitator dalam training Self Healing yang difasilitasi oleh Komnas Perempuan di Kampung Lumbung dari tanggal 28-31 Agustus 2016.

Gejala Trauma:

1. Mengalami kembali kejadian traumatis secara terus menerus dalam bentuk :

  •  Bayangan, pikiran dan ingatan kejadian secara terus menerus dan menyebabkan stres
  •  Mimpi-mimpi mengenai kejadian secara berulang
  •  Ilusi / halusinasi terkait kejadian
  •  Merasa stres / muncul respon fisik (seperti misalnya berkeringat dingin, jantung berdegup   kencang) saat mengingat, menemui hal-hal yang berkaitan atau melambangkan kejadian traumatis

2. Adanya upaya untuk menghindari pikiran, perasaan, percakapan, aktivitas, tempat atau  orang-orang) yang berkaitan dengan kejadian traumatis.

  1. Tidak mampu untuk mengingat aspek-aspek penting dari kejadian traumatis
  2. Kehilangan minat atau partisipasi dalam aktivitas-aktivitas yang sebelumnya biasa dilakukan.
  3. Adanya peningkatan rangsangan secara terus menerus (dimana hal ini tidak terjadi sebelum  kejadian traumatis), dalam bentuk :
    • Sulit untuk tidur atau tidur secara berlebihan
    • Menjadi mudah marah
    • Sulit berkonsentrasi
    • Menjadi lebih waspada secara berlebihan
    • Sering merasa terkejut / kaget secara berlebihan
    • Mudah nyahut
    • Merasa sendiri tidak ada yang memberikan perhatian

Ada beberapa cara, untuk mengatasi trauma, antara lain yaitu:

sentuhan jari

Memijat-mijat jari tangan bisa mengurangi trauma

  • Sentuhan seperti meremas jari-jari tangan, atau menempatkan jari-jari tangan di bawah paha. Bisa juga dengan memegang anggota tubuh dengan tangan kiri, lalu tangan kanannya ditempelkan ke tanah. Atur nafas sampai merasa nyaman. Kemudian di akhiri dengan tangan kanan menyentuh anggota tubuh yang sakit, tangan kirinya diluruskan ke atas. Bila beban trauma itu dirasakan di kepala yang menyimpan memori, taruh tangan kiri di kepala bagian belakang, dan tangan kanan ditaruh di kepala bagian depan. Atur nafas sampai merasa nyaman.
  • Pengaturan nafas. Taruh salah satu jari di hidung kiri lalu Tarik nafas dalam-dalam, tahan nafas hingga meraskan ada oksigen masuk, lalu tutup hidung kanan dan keluarkan nafas dari hidung bagian kiri. Ulangi hingga merasa nyaman
  • Gerakan. Tai Chi menjadi salah satu cara untuk mengobati trauma. Gerakan-gerakannya yang halus berenergi, perasaan menyatu dengan alam disertai pengaturan napas, membuat nyaman. Contoh gerakannya bisa lihat di link ini
  • Meditasi atau disebut juga semadi, adalah praktik relaksasi untuk pelepasan pikiran dari semua hal yang menarik, membebani, maupun mencemaskan dalam hidup sehari-hari.

Gerakan Taichi Cakra:

CAKRA I (Warna merah, simbol rasa aman dan stabilitas). Gerakan: Ambil energi dari bumi, kaki kanan dan kaki kiri di buka sedikit, ayunkan tangan dari bawah ke atas setinggi bahu lalu turunkan sambil mengayunkan kaki.

CAKRA II (Warnanya oranye simbol seksualitas dan kreatifitas. Cakra ini ada di bawah pusar, kira2 setinggi rahim. Gerakan Mandi  cahaya. Kaki kiri maju, tangan mengayun dari bawah sampai setinggi pusar seperti ambil air dan mandi, lalu ganti kaki kanan. 

CAKRA III (Warnanya kuning simbol dari kekuatan/power). Cakra ini di atas pusar. Gerakan: kaki kiri maju, telapak tangan menghadap ke bawah diputar searah jarum jam seperti membuat lingkaran dg membayangkan lingkarannya warna kuning keemasan. Lalu ganti kaki kanan

CAKRA IV (Warnanya hijau dan pink, simbol pemaafan dan cinta). Gerakan: melepas dan menerima. Kaki kiri maju tangan setinggi dada seperti mendorong ke depan lalu tarik ke arah dada seperti menerima. Lalu ganti kaki kanan. Selama gerakan kaki mengayun ke depan belakang. 

CAKRA V (Warnanya biru, simbol komunikasi) Cakra ini adanya di tenggorokan. Gerakan: seperti terbang di udara, kaki kiri maju, tangan digerakkan seperti terbang atau gaya bebas. Kaki mengayun. Lalu gantian kaki kananmaju, tangan digerakkan seperti terbang atau gaya bebas.

CAKRA VI (Warnanya nila, simbol mata ketiga atau intuisi). Gerakan: kaki kiri maju, tangan seperti ambil energi dari bawah lalu naikkan ke mata ketiga telapak tangan menghadap dahi sapukan ke mata ketiga. Setelah beberapa kali lakukan dengan telapak tangan menghadap keluar. Kaki mengayun. Ganti kaki kanan

CAKRA VII (Warnanya ungu/putih, simbol spiritualitas). Gerakan: kedua kaki dibuka sedikit agak ditekuk, kedua tangan di sisi badan kiri kanan memutar seolah pegang bola voli, lalu diangkat dan disatukan di atas kepala. Besarkan dengan membuka tutup kedua telapak tangan di atas kepala. Lalu masukan ke diri kita lewat puncak kepala.

Sumber :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *