TKI NELAYAN DIKAPAL TAIWAN, SAKIT TIDAK DIRAWAT

tki nelayan211 TKI Nalayan yang bekerja di kapal berbendera Taiwan merasa diperlakukan diskriminatif, pasalnya pada saat TKI Nelayan asal Indonesia mengalami sakit, kapten dan agen tidak segera membawa ke dokter untuk diberikan perawatan. Yang dilakukannya hanya membeli obat alergi dan air infus saja. Padahal kapal sedang berlabuh di pelabuhan Teheran Iran. Demikian disampaikan oleh Gustin mewakili temannya pada saat mengadu di Crisis Center BNP2TKI (22/7/2016).

“Pada saat yang sama, ABK Nelayan asal Taiwan ada yang sakit terkena aliran listrik langsung di bawa ke dokter untuk dirawat, ini sangat tidak adil bagi kami” ungkapnya

Diteruksan, ironisnya lagi pembelian obatnya tidak sesuai dengan sakit yang dialami oleh TKI Nelayan asal Indonesia, dan membeli air infus juga mubazir karena tidak ada satupun yang bisa memasukkan jarum infus ke tubuh TKI Nelayan yang sedang sakit.

“Ya kami tidak mau menginfus, kami bukan dokter, kalau mati bagaimana,” kata Gustin

11 TKI Nelayan yang dipulangkan pada 18 Juli 2016 tersebut memberikan kesaksian bahwa hal-hal seperti karena daya tawar perusahaan perekrut TKI Nelayan sangat lemah, sehingga diperlakukan sangat tidak manusiawi. Hal itu bisa dibandingkan dengan perlakuan ABK Nelayan asal Pilipina yang diperlakukan baik oleh kapten maupun agennya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *