NENA BERTANYA, AKU BERLINDUNG KEPADA SIAPA?

nena-docsbmi.or.idNena, adalah buruh migran asal Desa Talagamurni Kecamatan Cibitung Kabupaten Sukabumi yang bekerja di Arab Saudi. Ia ditempatkan oleh  PT Putra Timur Mandiri sejak Oktober 2015. Berdasarkan keluhan yang disampaikan, awalnya ia dijanjikan bekerja sebagai cleaning service, tetapi begitu sampai di Arab Saudi, Agency Maharah Recruitment mempekerjakannya sebagai PRT.

Tanggal 22 Juni 2016 lalu, ia mengadukan persoalannya melalui facebook messenger. Dia menceritakan awalnya ia bekerja di majikan pertama selama dua setengah bulan, ia hanya dibayar SAR 1750.

Kemudian dipindahkan ke majikan kedua. Dimajikan ini ia mengalami kekerasan pisik dan dipaksa melayani nasfsu bejatnya majikan. Ia pernah diseret dan dibanting ke sofa, pernah dimasukan ke kamar mandi dan dikunci, namun ia berusaha sekuat tenaga melakukan perlawanan. Perbuatan bejat itu tidak hanya dilakukan oleh majikan saja, tetapi juga oleh anaknya. Hal itu terjadi hampir tiap hari.

“Aku inget selalu manggil Allah Akbar, aku juga selalu memakai korset bawa dari indo, sehingga dia gak bisa berkutik lagi,” jelasnya

Lebih lanjut Nena menyampaikan bahwa majikan juga tidak memberinya makan, sehingga ia terpaksa harus makan dari sisa makanan majikan yang sudah dibuang ke tempat sampah. Selain itu ia banyak mengalami penganiayaan, misalnya ketika minta tolong mentransfer uang kepada anaknya, majikan malah menampar mukanya.

Akibat banyaknya penganiyaan yang dialaminya, sekarang ia sering mengalami sakit-sakitan. Hingga kepindahannya di majikan yang ketiga.

“Sekarang punya majikan baik banget ma aku tafi akunya sakit sakitan terus,” tambahnya

Nena memaparkan saat ini ia tidak kuat bekerja terus menerus akibat penyakit yang dideritanya.

“Baru kali ini aku ngadu karena apa, sangat lah berbahaya, aku mohooooon aku gk kuat, orang mah gak ngerasain tapi aku yang menderitanya, hasil keringat kerja bukannya untuk bahagiain anak, tapi untuk berobat terus tiap bulan, jadi buat apa saya kerja disini ?

Kondisi di Arab Saudi memang sangat tidak berpihak pada pekerja rumah tangga, terutama dalam kondisi darurat seperti yang dialami oleh Nena. Jangankan petugas Perwakilan RI, polisi setempatpun tidak bisa intervensi majikan, sehingga tidak bisa masuk ke dalam rumah majikan untuk menyelamatkan buruh migran teraniaya. Kabur ? siapa yang bisa menjamin keselamatannya, begitu banyak peristiwa buruh migran kabur, malah mengalami kekerasan yang lebih parah. Entah itu dilakukan oleh supir taksi atau pengemudi orang Arab yang tidak baik.

Nena bertanya, aku harus berlindung pada siapa ?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *