SEJARAH SBMI ADALAH SEJARAH PENANGANAN KASUS

sejarah sbmi adalah sejarah penanganan kasusSejarah SBMI adalah sejarah penanganan kasus buruh migran. Jika pegiat SBMI tidak menangani kasus, maka ia sudah menyalahi sejarahnya. Hal ini dikatakan oleh Eddy Purwanto, S.H, salah seorang mantan pegiat Konsorsium Pembela Buruh Migran Indonesia (KOPBUMI). Hal itu sering disampaikannya secara berulang-ulang dibeberapa forum pertemuan nasional dan lokal yang diselenggarakan oleh SBMI.

Menurut Eddy, penanganan kasus buruh migran menjadi pintu masuk pengorganisasian buruh migran dan keluarganya. Salah satu strategi taktik yang dilakukannya dulu saat ia menjadi pengurus KOPBUMI, ia selalu mengikutsertakan korban dan atau keluarganya untuk mengikuti proses pendampingan kasus dan pemenuhan hak-haknya. Dengan begitu korban dan atau keluarganya mengetahui hak-hak dan proses penanganan kasusnya.

“Cara itu, minimal ada beberapa hal yang bisa dicapai yaitu pendidikan tentang hak-hak buruh migran, analisa peraturan, etika dan tata cara pendampingan kasus dan pengorganisasian buruh migran dan keluarganya” Jelasnya

Tidak berhenti disitu, buruh migran dan atau keluarganya yang telah berhasil menuntut haknya diberi tugas untuk membantu saudara, teman, tetangga yang menjadi buruh migran dan mengalami persoalan haknya. Hingga kemudian melahirkan banyak pejuang-pejuang buruh migran di daerah kantong buruh migran.

sejarah sbmi adalah sejarah penanganan kasus buruh migran indonesiaKOPBUMI  merupakan koalisi Organisasi Non Pemerintah (Ornop) yang didirikan pada tahun 1997. Organisasi ini konsen dalam advokasi kasus dan kebijakan buruh migran. Pada perkembangannya KOPBUMI mendorong adanya organisasi buruh migran dan keluarganya. Tahun 2000 terbentuk Jaringan Nasional Buruh Migran Indonesia (Jarnas BMI). Kongres Jarnas BMI pertama yang dilaksanakan pada 25 Februari 2003 di Kecamatan Tawangmangu Kabupaten Karanganyar Jawa Tengah menetapkan nama organisasi ini menjadi Federasi Organisasi Buruh Migran Indonesia (FOBMI). Persoalan keaanggotaan yang awalnya ada pembauran antara buruh migran dan non buruh migran menjadi dinamika tersendiri dalam FOBMI. Dalam sebuah dokumen, inspirasi pembentukan serikat buruh migran di Hongkong pada tahun 1995, menjadi alasan kuat perubahan bentuk organisasi. Sehingga pada Kongres yang dilaksanakan pada 28 Juni 2005 di Kabupaten Malang, FOBMI kemudian menjadi Serikat Buruh Migran Indonesia (SBMI).

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *